Terjemah Kitab Sullam Taufiq 6 : Fasal Tentang Jawaban atas Orang yang Bertanya Apa Itu Allah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
Terjemah Kitab Sullam At-Taufiq 6 : Fasal Tentang Jawaban Orang yang Bertanya Apa Itu Allah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
فصل في جَوابِ مَنْ يَسْأَلُ: "ما هُوَ اللهُ؟"
Faṣlun fī jawābi man yas'alu: "mā huwallāh?"
Pasal tentang jawaban orang yang bertanya: "Apa itu Allah?"
مِنَ المُهِمِّ أَنْ يَعْرِفَ المُسْلِمُ كَيْفَ يُجِيبُ مَنْ يَسْأَلُ: "ما هُوَ اللهُ؟"، فَهَذا سُؤالٌ يَطْرَحُهُ كَثِيرٌ مِنَ الصِّغارِ، ولا يُحْسِنُ الإِجابَةَ عَلَيْهِ كَثِيرٌ مِنَ الكِبارِ؛ ويُمْكِنُ إجابَتُهُ إجابَةً صَحِيحَةً بِأَنْ يُقالَ: اللهُ تَعالَى مَوْجُودٌ لا يُشْبِهُ غَيْرَهُ مِنَ المَوْجُوداتِ، فَمَهْما تَصَوَّرْتَ بِبالِكَ فَاللهُ لا يُشْبِهُ ذٰلك، ولا يَعْلَمُ أَحَدٌ غَيْرُهُ تَعالَى حَقِيقَتَهُ، ولٰكِنَّنا بِناءً على الأَدِلَّةَ القَطْعِيَّةَ نَعْلَمُ يَقِينًا عَنِ اللهِ تَعالَى أُمُورًا مِنْها:
Minal-muhimmi an ya'rifal-muslimu kaifa yujību man yas'alu: "mā huwallāh?", fa hādzā su'ālun yaṭraḥuhū katsīrun minaṣ-ṣighāri, wa lā yuḥsinul-ijābata 'alaihi katsīrun minal-kibār; wa yumkinu ijābatuhū ijābatan ṣaḥīḥatan bi-an yuqāla: Allāhu ta'ālā maujūdun lā yusybihu ghaitahū minal-maujūdāt, fa mahmā taṣawwarta bi-bālika fallāhu lā yusybihu dzālik, wa lā ya'lamu aḥadun ghairuhū ta'ālā ḥaqīqatah, wa lākinnā binā'an 'alal-adillatil-qaṭ'iyyati na'lamu yaqīnan 'anillāhi ta'ālā umūran minhā:
Di antara hal yang penting adalah bahwa seorang Muslim mengetahui bagaimana ia menjawab orang yang bertanya: "Apa itu Allah?", karena ini adalah pertanyaan yang banyak diajukan oleh anak-anak kecil, dan banyak orang dewasa yang belum bisa menjawabnya dengan baik; dan jawabannya dapat diberikan dengan benar dengan dikatakan: Allah Ta'ala itu Wujud, tidak menyerupai selain-Nya dari makhluk-makhluk yang ada. Maka apa pun yang engkau bayangkan dalam benakmu, Allah tidak menyerupai itu, dan tidak ada seorang pun selain Dia Ta'ala yang mengetahui hakikat-Nya, akan tetapi kita berdasarkan dalil-dalil yang pasti mengetahui dengan yakin tentang Allah Ta'ala beberapa hal, di antaranya:
حَقِيقَةُ اللهِ تَعالَى لَيْسَتْ كَحَقِيقَةِ أَحَدٍ غَيْرِهِ، فَلَيْسَ تَعالَى مِنْ أَفْرادِ الكَوْنِ أي العالَمِ؛
Ḥaqīqatullāhi ta'ālā laisat ka-ḥaqīqati aḥadin ghairih, fa laisa ta'ālā min afrādil-kauni ayyil-'ālam;
Hakikat Allah Ta'ala bukanlah seperti hakikat selain-Nya, maka Dia Ta'ala bukanlah termasuk individu-individu alam semesta, yaitu alam ini;
لَيْسَ اللهُ تَعالَى في أيِّ مَكانٍ أو جِهَةٍ؛ لِأَنَّهُ لَيْسَ ذا جِسْمٍ وحَجْمٍ وشَكْلٍ؛
Laisallāhu ta'ālā fī ayyi makānin au jihatin; li-annahū laisa dzā jismin wa ḥajmin wa syaklin;
Allah Ta'ala tidak berada di tempat atau arah mana pun; karena Dia bukanlah Dzat yang memiliki tubuh, ukuran, dan bentuk;
لا يَحْتاجُ الله تعالى إِلى شَيْءٍ، ولا يَتَضَرَّرُ بشيءٍ، ولا يَنْتَفِعُ بِشَيْءٍ؛ لِأَنَّ لَهُ الكَمالَ المُطْلَقَ؛
Lā yaḥtājullāhu ta'ālā ilā syai'in, wa lā yataḍarru bi-syai'in, wa lā yantafi'u bi-syai'in; li-anna lahul-kamālal-muṭlaq;
Allah Ta'ala tidak membutuhkan sesuatu, tidak terkena bahaya oleh sesuatu, dan tidak memperoleh manfaat dari sesuatu; karena Dia memiliki kesempurnaan mutlak;
اللهُ تَعالَى لا بِدايَةَ لِوُجُودِهِ، فَلَيْسَ لَهُ خالِقٌ كَغَيْرِهِ؛
Allāhu ta'ālā lā bidāyata li-wujūdih, fa laisa lahū khāliqun ka-ghairih;
Allah Ta'ala tidak memiliki permulaan bagi wujud-Nya, maka tidak ada Pencipta bagi-Nya sebagaimana selain-Nya;
اللهُ تَعالَى خالِقُ كُلِّ ما سِواهُ، أيِ كُلِّ ما في العالَمِ؛
Allāhu ta'ālā khāliqu kulli mā siwāh, ayyi kulli mā fil-'ālam;
Allah Ta'ala adalah Pencipta segala apa yang selain-Nya, yaitu segala apa yang ada di alam ini;
ما أَوْهَمَتْ ظَواهِرُهُ مِنَ الآياتِ الكَرِيمَةِ والأَحادِيثِ الشَّرِيفَةِ اتِّصافَ اللهِ تَعالَى بِصِفَةٍ مِنْ صِفاتِ المَخْلُوقاتِ، كَالجِسْمِ والمَكانِ والحَرَكَةِ والسُّكُونِ، فَتَفْسِيرُهُ الصَّحِيحُ غَيْرُ ذٰلك قَطْعًا
Mā auhamat ẓawāhiruhū minal-āyātil-karīmati wal-aḥādītsisy-syarīfati ittiṣāfallāhi ta'ālā bi-ṣifatin min ṣifātil-makhlūqāti, kal-jismi wal-makāni wal-ḥarakati was-sukūn, fa tafsīruhuṣ-ṣaḥīḥu ghairu dzālika qaṭ'an
Apa yang disalahpahami oleh makna-makna lahirnya dari ayat-ayat Al-Qur'an yang mulia dan hadis-hadis yang terhormat berupa penyifatan Allah Ta'ala dengan salah satu sifat makhluk, seperti tubuh, tempat, gerak, dan diam, maka tafsirnya yang benar bukanlah itu secara pasti.
Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Sullam Taufiq 6 : Fasal Tentang Jawaban atas Orang yang Bertanya Apa Itu Allah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"