Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 1 : Keutamaan ilmu dan ulama Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Lengkap: Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi 

Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.

Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits

Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.

Terjemah kitab Lubabul Hadits Bab ke - 1  : Keutamaan ilmu dan ulama

HADITS KE 1.
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ. يَاابْنَ مَسْعُوْدٍ جُلُوْسُكَ سَاعَةً فِىْ مَجْلِسِ اْلعِلْمِ لَا تَمَسُّ قَلَمًا وَلَا تَكْتُبُ حَرْفًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ عِتْقِ اَلْفِ رَقَبَةٍ، وَنَظَرُكَ اِلَى وَجْهِ الْعَالِمِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ اَلْفِ فَرَسٍ تَصَدَّقْتَ بِهَا فِىْ سَبِيْلِ اللهِ، وَسَلَامُكَ عَلَى اْلعَالِمِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ عِبَادَةِ اَلْفِ سَنَةٍ

Qālan-Nabiyyu shallallāhu 'alaihi wa sallama libni Mas'ūdin radhiyallāhu 'anhu. Yābnā Mas'ūd, julūsuka sā'atan fī majlisil-'ilmi lā tamassu qalaman wa lā taktubu harfan khairun laka min 'itqi alfi raqabah, wa nazharuka ilā wajhil-'ālimi khairun laka min alfi farasin tashaddaqta bihā fī sabīlillāh, wa salāmuka 'alal-'ālimi khairun laka min 'ibādati alfi sanah.*

1. Nabi Muhammad SAW berkata kepada Ibnu Mas`ud RDH : "Ya Ibnu Mas`ud, dudukmu (walaupun sebentar) di majlis ilmu, walaupun tanpa memegang pena dan menulis satu hurufpun adalah lebih bagus daripada memerdekakan seribu raqabah (budak), pandanganmu terhadap orang alim lebih bagus daripada seribu kuda yang kamu sedekahkan di jalan Allah (sabilillah), salam-mu kepada orang alim lebih bagus daripada ibadah seribu tahun".

HADITS KE 2

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقِيْهٌ وَاحِدٌ مُتَوَرِّعٌ اَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ اَلْفِ عَابِدٍ مُجْتَهِدٍ جَاهِلٍ وَرَعٍ

*Wa qāla shallallāhu 'alaihi wa sallama faqīhun wāhidun mutaw arri'un asyaddu 'alasy-syaithāni min alfi 'ābidin mujtahidin jāhilin wara'in.*

2. Nabi Muhammad SAW bersabda: satu orang faqih (tahu hukum syariah) yang ahli wira`i (menjauhkan diri dari perbuatan yg dilarang syariah), bagi syetan itu lebih berat daripada 1000 ahli ibadah yang bodoh, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan ahli wira`i.


HADITS KE 3

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَفْضَلُ اْلعَالِمِ عَلَى اْلعِابِدِ كَفَضْلِ اْلقَمَرِ لَيْلَةَ اْلبَدْرِ عَلَى اْلكَوَاكِبِ

*Wa qāla shallallāhu 'alaihi wa sallama afdhalu al-'ālimi 'alal-'ābidī kafadhli al-qamari lailatal-badri 'alal-kawākib.*

3. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Keutamaan orang `alim (yang mengamalkan ilmunya) mengalahkan `abid (ahli ibadah) adalah bagaikan rembulan (bulan purnama) yang mengalahkan semua bintang-bintang".


HADITS KE 4

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنِ انَتَقَلَ يَتَعَلَّمَ عِلْمًا غُفِرَ لَهُ قَبْلَ اَنْ يَخْطُوَ

*Wa qāla shallallāhu 'alaihi wa sallama man intaqala yata'allama 'ilman ghufira lahu qabla an yakhthuwa.*

4. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa berpindah tempat untuk menuntut ilmu (syariat) maka dosanya diampuni sebelum dia melangkah."


HADITS KE 5

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَكْرِمُوا اْلعُلَمَاءَ فَإِنَّهُمْ عِنْدَ اللهِ كُرَمَاءُ مُكْرَمُوْنَ

*Wa qāla shallallāhu 'alaihi wa sallama akrimul-'ulamā'a fa innahum 'indallāhi kuramā'u mukramūn.*

5. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Mulyakanlah para ulama karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang mulya yang dimulyakan di sisi Allah SWT."


HADITS KE 6

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَظَرَ اِلَى وَجْهِ الْعَالِمِ نَظْرَةً فَفَرِحَ بِهَا، خَلَقَ اللهُ تَعَالَى مِنْ تِلْكَ النَّظْرَةِ مَلَكًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ اِلَى يَوْمِ اْلقِيَامَةِ

*Wa qāla shallallāhu 'alaihi wa sallama man nazhara ilā wajhil-'ālimi nazhratan fafariha bihā, khalaqallāhu ta'ālā min tilkan-nazhrati malakan yastaghfiru lahu ilā yaumil-qiyāmah.*

6. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa setelah melihat wajah orang alim merasa bahagia, walaupun hanya sekali lihat saja, maka Allah SWT menciptakan dari pandangan tersebut seorang malaikat yang akan memintakan ampunan bagi orang tersebut hingga hari kiamat."


HADITS KE 7

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اَكْرَمَ عَالِمًا فَقَدْ اَكْرَمَنِيْ، وَمَنْ اَكْرَمَنِيْ فَقَدْ اَكْرَمَ اللهَ وَمَنْ اَكْرَمَ اللهَ فَمَأْوَاهُ الْجَنَّةُ

*Wa qāla shallallāhu 'alaihi wa sallama man akrama 'āliman faqad akramanī, wa man akramanī faqad akramallāha wa man akramallāha fama'wāhu al-jannah.*

7. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa memulyakan orang alim maka dia benar-benar telah memulyakanku dan barang siapa memulyakanku maka dia benar-benar telah memulyakan Allah dan barang siapa memulyakan Allah maka tempat kembalinya adalah surga."


HADITS KE 8

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَوْمُ اْلعَالِمِ اَفْضَلُ مِنْ عَبَادَةِ الْجاَهِلِ

*Wa qāla shallallāhu 'alaihi wa sallama naumul-'ālimi afdhalu min 'ibādatil-jāhil.*

8. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Tidurnya orang alim lebih utama daripada ibadahnya orang bodoh."

HADITS KE 9

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ يَعْمَلُ بِهِ اَوْ لَمْ يَعْمَلْ بِهِ كَانَ اَفْضَلَ مِنْ اَنْ يُصَلِّىَ اَلْفَ رَكْعَةٍ تَطَوُّعًا

*Wa qāla shallallāhu 'alaihi wa sallama man ta'allama bāban minal-'ilmi ya'malu bihi au lam ya'mal bihi kāna afdhala min an yushalliya alfa rak'atin tathawwu'ā.*

9. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa mempelajari satu bab ilmu (saja), baik diamalkan maupun tidak, maka itu saja sudah lebih baik daripada shalat sunat 1000 raka`at."

HADITS KE 10

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ زَارَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا زَارَنِيْ وَمَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا صَافَحَنِيْ، وَمَنْ جَالَسَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا جَالَسَنِيْ فِى الدُّنْيَا، وَمَنْ جَالَسَنِيْ فِى الدُّنْيَا اَجْلَسْتُ مَعِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

*Wa qāla shallallāhu 'alaihi wa sallama man zāra 'āliman faka'annamā zāranī wa man shāfaha 'āliman faka'annamā shāfahanī, wa man jālasa 'āliman faka'annamā jālasanī fid-dun-yā, wa man jālasanī fid-dun-yā ajlastu ma'ī yaumal-qiyāmah.*

10. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa berkunjung (atau berziarah) kepada orang alim maka dia seperti mengunjungiku, barang siapa bersalaman dengan orang alim maka dia seperti menyalamiku, barang siapa duduk bersama orang alim maka dia seperti duduk bersamaku di dunia, barang siapa duduk bersamaku di dunia maka aku akan mendudukannya bersamaku di hari kiamat."

Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 1 : Keutamaan ilmu dan ulama Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"