Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 40 : Keutamaan Sabar Tertimpa Musibah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi
Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.
Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits
Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 40: Keutamaan Sabar Tertimpa Musibah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدَمَةِ الأُوْلَى
Ash-shabru 'indash-shadamatil-ūlā.
"Sabar itu pada musibah pertama (1)."
Catatan (1): Hal ini karena awal musibah biasanya dirasa paling berat.
لَوْ كَانَ الصَّبْرُ رَجُلاً لَكَانَ رَجُلاً كَرِيْمًا
Lau kānash-shabru rajulan lakāna rajulan karīmā.
"Andaikan sabar adalah seorang lelaki, maka dia adalah seorang lelaki yang mulia."
إِذَا أَحَبَّ اللهُ عَبْدًا اِبْتَلاَهُ بِبَلاَءٍ لاَ دَوَاءَ لَهُ، فَإِنْ صَبَرَ اِجْتَبَاهُ، وَإِنْ رَضِيَ اِصْطَفَاهُ
Idzā ahabballāhu 'abdanibtalāhu bibalā'in lā dawā'a lah, fa in shabara ijtabāhu, wa in radhiya isthafāh.
"Tatkala Allah mencintai seorang hamba, maka Dia memberikan cobaan kepadanya dengan sebuah cobaan yang tidak ada obat baginya. Kemudian jika dia sabar maka Allah memilihnya, dan jika dia ridlo maka Allah menjadikannya pilihan (2)."
Catatan (2): Dalam Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni, maksud menjadikan pilihan di sini tidak hanya berarti Allah memilihnya, tetapi juga mencintainya dengan cinta yang besar.
مَا تَجَرَّعَ عَبْدٌ جُرْعَةً أَفْضَلُ عِنْدَ اللهِ مِنْ جُرْعَةِ غَيْظٍ كَظَمَهَا اِبْتَغَاءَ وَجْهِ اللهِ تَعَالٰى
Mā tajarra'a 'abdun jur'atan afdhalu 'indallāhi min jur'ati ghaizhin kazhamahā ibtighā'a wajhillāhi ta'ālā.
"Tidaklah seorang hamba menahan sesuatu yang lebih utama di sisi Allah selain menahan amarah, dia menahannya karena mengharapkan ridlo Allah."
الصَّبْرُ وَصِيَّةٌ مِنْ وَصَايَا اللهِ تَعَالٰى فِيْ أَرْضِهِ، مَنْ حَفِظَهَا نَجَا، وَمَنْ ضَيَّعَهَا هَلَكَ
Ash-shabru washīyatun min washāyallāhi ta'ālā fī ardhih, man hafizhahā najā, wa man dhayya'ahā halak.
"Sabar adalah satu wasiat dari beberapa wasiat Allah yang Maha Luhur. Barang siapa menjaganya maka selamatlah dia dan barang siapa menyia-nyiakannya maka rusaklah dia."
أَوْحَى اللهُ تَعَالٰى إِلَى مُوْسَى ابْنِ عِمْرَانَ عَلَيْهِمَا السَّلاَمُ يَا مُوْسَى مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِيْ وَلَمْ يَصْبِرْ عَلَى بَلاَئِيْ وَلَمْ يَشْكُرْ نَعْمَائِيْ فَلْيَخْرُجْ مِنْ بَيْنِ أَرْضِيْ وَسَمَائِيْ وَلْيَطْلُبْ لَهُ رَبًّا سِوَائِيْ
Auhallāhu ta'ālā ilā Mūsabni 'Imrāna 'alaihimas-salām: Yā Mūsā man lam yardha biqadhā'ī wa lam yashbir 'alā balā'ī wa lam yasykur na'mā'ī falyakhruj min baini ardhi wa samā'ī walyathlub lahu rabban siwā'ī.
"Allah yang Maha Luhur memberikan wahyu kepada Nabi Musa bin Imron, alaihimas salam, 'Wahai Musa, barang siapa yang tidak ridlo atas qodlo'-Ku, tidak sabar atas cobaan-Ku, dan tidak syukur atas nikmat-nikmat-Ku, maka hendaklah dia keluar dari bumi dan langit-Ku, dan hendaklah dia mencari baginya tuhan selain Aku'."
الصَّبْرُ عِنْدَ الْمُصِيْبَةِ بِتِسْعِمِائَةِ دَرَجَةٍ
Ash-shabru 'indal-mushībati bitis'mi'ati darajah.
"Sabar ketika musibah dibalas dengan 900 derajat."
صَبْرُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
Shabru sā'atin khairun minad-dun-yā wa mā fīhā.
"Sabar sesaat itu lebih baik daripada dunia dan isinya."
الصَّبْرُ عَلَى أَرْبَعَةِ أَوْجُهٍ : صَبْرٌ عَلَى الْفَرَائِضِ، وَصَبْرٌ عَلَى الْمُصِيْبَةِ، وَصَبْرٌ عَلَى أَذَى النَّاسِ، وَصَبْرٌ عَلَى الْفَقْرِ، فَالصَّبْرُ عَلَى الْفَرائِضِ تَوْفِيْقٌ، وَالصَّبْرُ عَلَى الْمُصِيْبَةِ مَثُوْبَةٌ، وَالصَّبْرُ عَلَى أَذَى النَّاسِ مَحَبَّةٌ، وَالصَّبْرُ عَلَى الْفَقْرِ رِضَا اللهِ تَعَالٰى
Ash-shabru 'alā arba'ati aujuh: shabrun 'alal-farā'idhi, wa shabrun 'alal-mushībati, wa shabrun 'alā adzan-nāsi, wa shabrun 'alal-faqri, fash-shabru 'alal-farā'idhi taufīqun, wash-shabru 'alal-mushībati matsbūbatun, wash-shabru 'alā adzan-nāsi mahabbah, wash-shabru 'alal-faqri ridhallāhi ta'ālā.
"Sabar itu terbagi atas 4 macam, yaitu sabar atas sholat-sholat fardlu, sabar atas musibah, sabar atas menyakiti manusia, dan sabar atas kefakiran. Sabar atas sholat-sholat fardlu adalah pertolongan (dari Allah SWT), sabar atas musibah adalah dibalas dengan pahala, sabar atas menyakiti manusia adalah cinta (dari Allah SWT), dan sabar atas kefakiran adalah ridlo Allah yang Maha Luhur."
إِذَا حَدَثَ عَلَى عَبْدٍ مُصِيْبَةٌ فِيْ بَدَنِهِ أَوْ مَالِهِ أَوْ وَلَدِهِ فَاسْتَقْبَلَ ذٰلِكَ بِصَبْرٍ جَمِيْلٍ اِسْتَحْيَا اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنْ يَنْصِبَ لَهُ مِيْزَانًا أَوْ يَنْشُرَ لَهُ دِيْوَانًا
Idzā ḥadatsa 'alā 'abdin mushībatun fī badanihi au mālihi au waladihi fastaqbala dzālika bishabrin jamīlin istahyallāhu yaumal-qiyāmati an yanshiba lahu mīzānan au yansyura lahu dīwānā.
"Tatkala terjadi musibah kepada seorang hamba, baik badannya, hartanya, atau anaknya, kemudian dia menghadapi musibah itu dengan kesabaran yang baik, maka Allah malu di hari kiamat untuk menegakkan timbangan amal baginya atau (malu) membentangkan buku catatan amal baginya."
Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 40 : Keutamaan Sabar Tertimpa Musibah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"