Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 39 : Larangan Meratapi Mayit Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 39: Larangan Meratapi Mayit
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 39: Larangan Meratapi Mayit — Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi

Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.

Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits

Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 39: Larangan Meratapi Mayit Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

HADITS KE 1

النِّيَاحَةُ عَمَلٌ مِنْ أَعْمَالِ الْجَاهِلِيَّةِ

An-niyāḥatu 'amalun min a'mālil-jāhiliyyah.

"Meratapi (mayit) adalah satu perbuatan dari perbuatan-perbuatan orang jahiliyah."

HADITS KE 2

مَنْ فَعَلَ النِّيَاحَةَ كَانَ عَدُوًا لِلّٰهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ

Man fa'alan-niyāḥata kāna 'aduwwan lillāhi wal-malā'ikati wan-nāsi ajma'īn.

"Barang siapa melakukan ratapan (kepada mayit), maka dia adalah musuh bagi Allah, Malaikat, dan semua manusia."

HADITS KE 3

تَجِيْءُ النَّائِحَةُ يَوْمَ الْقِيَامةِ تَنْبَحُ كَنَبْحِ الْكَلْبِ

Tajī'un-nā'iḥatu yaumal-qiyāmati tanbaḥu kanabḥil-kalb.

"Wanita yang meratapi (atas mayit) akan datang di hari kiamat menggonggong seperti gonggongan anjing."

HADITS KE 4

تَجِيْءُ النَّائِحَةُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَعْثَاءَ غَبْرَاءَ عَلَيْهَا جِلْبَابٌ مِنْ نَارٍ وَتَضَعُ يَدَهَا عَلَى رَأْسِهَا وَتَقُوْلُ وَاوَيْلَاهْ

Tajī'un-nā'iḥatu yaumal-qiyāmati sya'tsā'a ghabrā'a 'alaihā jilbābun min nārin wa tadha'u yadahā 'alā ra'sihā wa taqūlu wāwailāh.

"Wanita yang meratapi (atas mayit) akan datang di hari kiamat dalam keadaan kusut (rambut dan badannya) lagi berdebu, dia berselimut dari api, dia meletakkan tangannya di atas kepalanya, dan berkata, 'Aduh, celakalah aku'."

HADITS KE 5

لَعَنَ اللهُ النَّائِحَةَ وَالْمُسْتَمِعَةَ وَالْحَالِقَةَ وَالخَارِقَةَ وَالشَّاقَّةَ وَالسَّالِغَةَ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ وَالسَّلْطَاءَ والْمَرْطَاءَ

La'anallāhun-nā'iḥata wal-mustami'ata wal-ḥāliqata wal-khāriqata wasy-syāqqata was-sālig hata wal-wāsyimata wal-mustausyimata was-salṭā'a wal-marṭā'.

"Allah melaknati wanita yang meratapi mayit, wanita yang mendengarkan (ratapan itu), wanita yang mencukur (rambutnya ketika musibah), wanita yang menyobek (pakaiannya ketika musibah), wanita yang membedah (kerah pakaiannya), wanita yang mencakar (wajahnya), wanita yang membuatkan tato, wanita yang bertato, wanita yang berteriak, dan wanita yang mencabuti (rambutnya ketika musibah)."

HADITS KE 6

مَنْ نَاحَ عِنْدَ الْمُصِيْبَةِ كُتِبَ اسْمُهُ فِيْ دِيْوَانِ الْمُنَافِقيْنَ

Man nāḥa 'indal-mushībati kutiba ismuhu fī dīwānil-munāfiqīn.

"Barang siapa yang meratapi ketika musibah, maka dicatatlah namanya di buku catatan amal orang-orang munafiq."

HADITS KE 7

صَوْتَانِ مَلْعُوْنَانِ فِي الدُّنْيا وَالْآخِرَةِ مِزْمَارٌ عِنْدَ نِعْمَةٍ وَرَنَّةٌ عِنْدَ مُصِيْبَةٍ

Shautāni mal'ūnāni fid-dun-yā wal-ākhirati mizmārun 'inda ni'matin wa rannatun 'inda mushībah.

"Ada 2 suara yang dilaknati di dunia dan akhirat, yaitu seruling ketika mendapatkan nikmat dan teriakan ketika mendapatkan musibah."

HADITS KE 8

مَنْ خَرَقَ بِيَدِهِ جَيْبًا أَوْخَدَشَ خَدًّا أَوْضَرَبَهُ أَوْ نَاحَ عِنْدَ الْمُصِيْبَةِ كَانَ عَاصِيًا لِلّٰهِ وَرَسُوْلِهِ

Man kharaqa biyadihi jaiban au khadasya khaddan au dharabahu au nāḥa 'indal-mushībati kāna 'āshiyan lillāhi wa rasūlih.

"Barang siapa merobek kerah pakaiannya, atau mencakar pipinya, atau memukul pipinya, atau meratapi ketika musibah, maka dia adalah orang yang bermaksiat kepada Allah dan rosul-Nya."

HADITS KE 9

لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَطْرَحَ شَعْرَ رَأْسِهَا عِنْدَ الْمُصِيْبَةِ فِإِنْ طَرَحَتْ شَعْرَ رَأْسِهَا كَتَبَ اللهُ لَهَا بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَيَّةً عَلَى أَعْضَائِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَكَانَتْ مِمَّنْ عَصَى اللهَ وَلَعَنَهَا اللهُ وَالْمَلَائِكَةُ وَالْأَنْبِيَاءُ وَالنَّاسُ أَجْمَعُوْنَ

Lā yaḥillu lil-mar'ati an tathraḥa sya'ra ra'sihā 'indal-mushībati fa in tharaḥat sya'ra ra'sihā kataballāhu lahā bikulli sya'ratin ḥayyatan 'alā a'ḍhā'ihā yaumal-qiyāmati wa kānat mimman 'ashallāha wa la'anahallāhu wal-malā'ikatu wal-anbiyā'u wan-nāsu ajma'ūn.

"Tidaklah halal bagi wanita untuk mencabut rambut kepalanya ketika musibah, kemudian jika dia mencabut rambut kepalanya maka Allah mencatat (menjadikan) baginya atas setiap helai rambut seekor ular atas anggota-anggota tubuhnya pada hari kiamat, dia termasuk orang yang bermaksiat kepada Allah, dan Allah, para malaikat, para nabi, dan semua manusia melaknatinya."

HADITS KE 10

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُوْدَ وَشَقَّ الْجُيُوْبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

Laisa minnā man laṭhamal-khudūda wa syaqqal-juyūba wa da'ā bida'wāl-jāhiliyyah.

"Tidaklah termasuk golongan kita, orang yang menampar pipi (pipinya sendiri ketika musibah), menyobek kerah pakaiannya, dan berseru dengan seruan jahiliyyah."

Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 39 : Larangan Meratapi Mayit Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"