Terjemah Kitab Sullam Taufiq 41 : Fasal Tentang Nafkah-Nafkah yang Wajib Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
Terjemah Kitab Sullam At-Taufiq 41 : Fasal Tentang Nafkah-Nafkah yang Wajib Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
فَصْلٌ فِي النَّفَقَاتِ الْوَاجِبَةِ وَمَا يُذْكَرُ مَعَهَا
Faṣlun fin-nafaqātil-wājibati wa mā yudzkaru ma'ahā
Pasal tentang nafkah-nafkah yang wajib dan apa yang disebutkan bersamanya
يَجِبُ عَلَى الْمُوسِرِ نَفَقَةُ أُصُولِهِ الْمُعْسِرِينَ وَإِنْ قَدَرُوا عَلَى الْكَسْبِ، وَنَفَقَةُ فُرُوعِهِ؛ أَيْ: أَوْلَادِهِ وَأَحْفَادِهِ إِذَا أَعْسَرُوا وَعَجَزُوا عَنِ الْكَسْبِ لِصِغَرٍ أَوْ زَمَانَةٍ،
Yajibu 'alal-mūsiri nafaqatu uṣūlihil-mu'sirīna wa in qadarū 'alal-kasbi, wa nafaqatu furū'ihī; ai: aulādihī wa aḥfādihī idzā a'sarū wa 'ajazū 'anil-kasbi li-ṣigharin au zamānah,
Wajib atas orang yang berkecukupan (mūsir) memberi nafkah kepada para ushūlnya (orang tua/leluhur) yang kesulitan (mu'sir) meskipun mereka mampu bekerja; dan (wajib pula) nafkah kepada para furū'nya (keturunannya); yaitu: anak-anak dan cucu-cucunya apabila mereka kesulitan dan tidak mampu bekerja karena kecil (belum baligh) atau karena cacat/zamānah,
• Mūsir — orang yang berkecukupan/berkelapangan harta.
• Nafaqah — nafkah; harta yang wajib dikeluarkan untuk menutup kebutuhan pokok.
• Uṣūl — leluhur (orang tua, kakek-nenek ke atas).
• Furū' — keturunan (anak, cucu ke bawah).
• Mu'sir — orang yang kesulitan/tidak mampu secara harta.
• Zamānah — cacat fisik yang menghalangi bekerja (mis. lumpuh, sakit permanen).
وَيَجِبُ عَلَى الزَّوْجِ نَفَقَةُ الزَّوْجَةِ وَمَهْرُهَا، وَعَلَيْهِ لَهَا مُتْعَةٌ وَهِيَ مَالٌ يَتَرَاضَيَانِ عَلَيْهِ أَوْ يُقَدِّرُهُ الْقَاضِي إِنْ تَنَازَعَا إِنْ طَلَّقَهَا بِلَا سَبَبٍ مِنْهَا.
Wa yajibu 'alaz-zauji nafaqatuz-zaujati wa mahruhā, wa 'alaihi lahā mut'atun wa hiya mālun yatarāḍayāni 'alaihi au yuqaddiruhul-qāḍī in tanāza'ā in ṭallaqahā bilā sababin minhā.
Dan wajib atas suami memberi nafkah kepada istrinya dan (menunaikan) maharnya; dan ia (suami) wajib memberinya mut'ah, yaitu harta yang mereka berdua ridha atasnya atau yang ditetapkan kadarnya oleh qāḍī (hakim) jika mereka berselisih, apabila ia menceraikannya tanpa sebab dari pihak istri.
• Mahr — mahar; pemberian wajib dari suami kepada istri dalam akad nikah.
• Mut'ah — harta penghibur yang diberikan suami kepada istri yang diceraikan tanpa kesalahannya.
• Qāḍī — hakim syar'i yang berwenang memutuskan perkara.
• Tanāza'ā — keduanya berselisih.
وَعَلَى مَالِكِ الْعَبِيدِ وَالْبَهَائِمِ نَفَقَتُهُمْ، وَأَلَّا يُكَلِّفَهُمْ مِنَ الْعَمَلِ مَا لَا يُطِيقُونَ، وَلَا يَضْرِبَهُمْ بِغَيْرِ حَقٍّ.
Wa 'alā mālikil-'abīdi wal-bahā'imi nafaqatuhum, wa allā yukallifahum minal-'amali mā lā yuṭīqūna, wa lā yaḍribahum bighairi ḥaqqin.
Dan atas pemilik hamba-hamba sahaya dan hewan-hewan (wajib) memberi nafkah kepada mereka; dan tidak membebani mereka dengan pekerjaan yang tidak mereka mampu; dan tidak memukul mereka tanpa hak.
• 'Abīd — hamba-hamba sahaya.
• Bahā'im — hewan-hewan ternak.
• Yukallifahum — membebani mereka.
• Mā lā yuṭīqūn — apa yang tidak mereka mampu/sanggup.
وَيَجِبُ عَلَى الزَّوْجَةِ طَاعَةُ الزَّوْجِ فِي نَفْسِهَا إِلَّا مَا لَا يَحِلُّ، وَأَلَّا تَصُومَ نَفْلًا وَلَا تَخْرُجَ مِنْ بَيْتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ.
Wa yajibu 'alaz-zaujati ṭā'atuz-zauji fī nafsihā illā mā lā yaḥillu, wa allā taṣūma naflan wa lā takhruja min baitihī illā bi-idznihī.
Dan wajib atas istri menaati suami dalam hal dirinya (bergaul/berhubungan) kecuali hal yang tidak halal (dalam syariat); dan (wajib atasnya) tidak berpuasa sunnah dan tidak keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suami.
• Ṭā'ah — ketaatan istri kepada suami dalam hal yang ma'ruf (bukan maksiat).
• Fī nafsihā — dalam hal dirinya; termasuk bergaul dan melayani suami.
• Nāfilah — puasa sunnah.
• Idzn — izin.
Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Sullam Taufiq 41 : Fasal Tentang Nafkah-Nafkah yang Wajib Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"