Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemahan Kitab Ta'lim Muta'allim Fasal 8 : Tentang waktu belajar Arab Berharakat, Latin dan Indonesia

Terjemahan Kitab Ta'lim Muta'allim Fasal 1: Tentang hakikat ilmu, fiqih, dan keutamaannya  Arab Berharakat, Latin dan Indonesia
Terjemahan Kitab Ta'lim Muta'allim Fasal 1: Tentang hakikat ilmu, fiqih, dan keutamaannya  
 
Kitab Ta'limul Muta'allim, sebuah karya klasik oleh Syekh Al-Zarnuji, merupakan panduan fundamental mengenai etika, metode, dan nilai spiritual dalam menuntut ilmu. Kitab ini menekankan pentingnya adab dan penghormatan, terutama kepada guru, sebagai kunci keberkahan dan kesuksesan dalam belajar, sehingga tetap relevan sebagai acuan pendidikan karakter di pesantren Indonesia

Terjemahan Fasal 1: Tentang waktu belajar Kitab Ta'lim Muta'allim Arab berharakat, Latin, dan terjemah Indonesia

 فَصْلٌ ٨  فِي وَقْتِ التَّحْصِيلِ

A. SAAT SAAT BELAJAR

قِيلَ: وَقْتُ التَّعَلُّمِ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ. دَخَلَ حَسَنُ بْنُ زِيَادٍ فِي التَّفَقُّهِ وَهُوَ ابْنُ ثَمَانِينَ سَنَةً، وَلَمْ يَبِتْ عَلَى الْفِرَاشِ أَرْبَعِينَ سَنَةً، فَأَفْتَى بَعْدَ ذَلِكَ أَرْبَعِينَ سَنَةً.


Qīla: waqtu at-ta'allumi mina al-mahdi ilā al-laḥd. Dakhala Ḥasanu bnu Ziyādin fī at-tafaqquhi wa huwa bnu thamānīna sanatan, wa lam yabit 'alā al-firāshi arba'īna sanatan, fa-aftā ba'da dhālika arba'īna sanatan.

Ada dikatakan: "Masa belajar itu sejak manusia berada di buaian hingga masuk liang kubur." Hasan bin Ziyad ketika sudah berumur 80 tahun baru mulai belajar fiqh, 40 tahun berjalan tidak pernah tidur di ranjangnya, lalu 40 tahun berikutnya menjadi mufti.

وَأَفْضَلُ الْأَوْقَاتِ شَرْخُ الشَّبَابِ، وَوَقْتُ السَّحَرِ، وَمَا بَيْنَ الْعِشَائَيْنِ. وَيَنْبَغِي أَنْ يَسْتَغْرِقَ جَمِيعَ أَوْقَاتِهِ، فَإِذَا مَلَّ مِنْ عِلْمٍ يَشْتَغِلُ بِعِلْمٍ آخَرَ. وَكَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِذَا مَلَّ مِنَ الْكَلَامِ يَقُولُ: هَاتُوا دِيوَانَ الشُّعَرَاءِ.


Wa afḍalu al-awqāti sharkhu ash-shabāb, wa waqtu as-saḥar, wa mā bayna al-'ishā'ayn. Wa yanbaghī an yastaghriqa jamī'a awqātih, fa-idhā malla min 'ilmin yashtaghilu bi-'ilmin ākhar. Wa kāna Ibnu 'Abbāsin raḍiyallāhu 'anh idhā malla mina al-kalāmi yaqūlu: hātū dīwāna ash-shu'arā'.

Masa yang paling cemerlang untuk belajar adalah permulaan masa-masa menjadi pemuda, waktu sahur, dan waktu di antara magrib dan isya'. Tetapi sebaiknya menggunakan seluruh waktu yang ada untuk belajar, dan bila telah merasa bosan terhadap ilmu yang sedang dihadapi, supaya berganti kepada ilmu lain. Apabila Ibnu Abbas telah bosan mempelajari ilmu kalam, maka katanya: "Ambillah kitab para pujangga penyair."

وَكَانَ مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ لَا يَنَامُ اللَّيْلَ، وَكَانَ يَضَعُ عِنْدَهُ الدَّفَاتِرَ، وَكَانَ إِذَا مَلَّ مِنْ نَوْعٍ يَنْظُرُ فِي نَوْعٍ آخَرَ، وَكَانَ يَضَعُ عِنْدَهُ الْمَاءَ، وَيُزِيلُ نَوْمَهُ بِالْمَاءِ، وَكَانَ يَقُولُ: إِنَّ النَّوْمَ مِنَ الْحَرَارَةِ فَلَا بُدَّ مِنْ دَفْعِهِ بِالْمَاءِ.


Wa kāna Muḥammadu bnu al-Ḥasani lā yanāmu al-layl, wa kāna yaḍa'u 'indahu ad-dafātir, wa kāna idhā malla min naw'in yanẓuru fī naw'in ākhar, wa kāna yaḍa'u 'indahu al-mā'a, wa yuzīlu nawmahu bi al-mā', wa kāna yaqūlu: inna an-nawma mina al-ḥarārati fa-lā budda min daf'ihi bi al-mā'.

Muhammad Ibnul Hasan semalam tanpa tidur selalu bersebelahan dengan buku-bukunya, dan bila telah merasa bosan terhadap suatu ilmu, berpindah ke ilmu yang lain. Ia pun menyediakan air penolak tidur di sampingnya, dan berkata: "Tidur itu timbul dari panas (badan), maka harus dihilangkan dengan air dingin."

Posting Komentar untuk "Terjemahan Kitab Ta'lim Muta'allim Fasal 8 : Tentang waktu belajar Arab Berharakat, Latin dan Indonesia"