Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 9 : Keutamaan shalat berjamaah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke-9: Keutamaan Shalat Berjamaah
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke-9: Keutamaan Shalat Berjamaah — Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi

Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.

Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits

Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke-9: Keutamaan Shalat Berjamaah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

HADITS KE 1

أَوْصَانِيْ حَبِيْبِيْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِيْ : يَا أَبَا هُرَيْرَةَ صَلِّ الصَّلاَةَ مَعَ الْجَمَاعَةِ وَلَوْ كُنْتَ جَالِسًا، فَإِنَّ اللهَ تَعَالٰى يُعْطِيْكَ بِكُلِّ صَلاةٍ مَعَ الْجَمَاعَةِ ثَوَابَ خَمْسٍ وَعِشْرِيْنَ صَلاةً فِيْ غَيْرِ الْجَمَاعَةِ

Aushānī habībī rasūlullāhi shallallāhu 'alaihi wa sallama faqāla lī: Yā Abā Hurairata shallish-shalāta ma'al-jamā'ati wa lau kunta jālisan, fa innallāha ta'ālā yu'thīka bikulli shalātin ma'al-jamā'ati tsawāba khamsin wa 'isyrīna shalātan fī ghairil-jamā'ah.

"Kekasihku, Rosulullah SAW, berwasiat kepadaku, Beliau berkata kepadaku: Wahai Abu Hurairah, sholatlah dengan berjamaah meskipun kamu dalam keadaan duduk (karena sakit), karena sesungguhnya Allah yang Maha Luhur akan memberikanmu pada setiap sholat berjamaah dengan 25 pahala sholat tanpa berjamaah."

HADITS KE 2

فَضْلُ صَلاَةِ الْجَمَاعَةِ عَلَى صَلَاةِ الرَّجُلِ وَحْدَهُ خَمْسٌ وَعِشْرُوْنَ دَرَجَةً وَفَضْلُ صَلَاةِ التَّطَوُّعِ فِي الْبَيْتِ عَلَى فِعْلِهَا فِي الْمَسْجِدِ كَفَضْلِ صَلاةِ الْجَمَاعَةِ عَلَى صَلاةِ الْمُنْفَرِدِ

Fadhlu shalātil-jamā'ati 'alā shalātir-rajuli wahdahu khamsun wa 'isyrūna darajatan wa fadhlu shalātit-tathawwu'i fil-baiti 'alā fi'lihā fil-masjidi kafadhli shalātil-jamā'ati 'alā shalātil-munfarid.

"Keutamaan sholat berjamaah di atas sholatnya seseorang secara sendirian adalah 25 derajat. Dan keutamaan sholat-sholat sunnat di dalam rumah dibanding melakukannya di dalam masjid seperti keutamaan sholat jamaah di atas sholat sendirian."

HADITS KE 3

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً

Shalātul-jamā'ati tafdhulu shalātal-fadzdzi bisab'in wa 'isyrīna darajah.

"Sholat jamaah melebihi sholat sendirian dengan 27 derajat."

HADITS KE 4

أَفْضَلُ الصَّلَوَاتِ عِنْدَ اللهِ تَعَالٰى صَلاَةُ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيْ جَمَاعَةٍ

Afdhalush-shalawāti 'indallāhi ta'ālā shalātush-shubhi yaumal-jumu'ati fī jamā'ah.

"Sholat yang paling utama di sisi Allah yang Maha Luhur adalah sholat subuh di hari Jum'at dengan berjamaah."

HADITS KE 5

مَنْ صَلَّى صَلاَةَ الصُّبْحِ فِي الْجَمَاعَةِ ثُمَّ جَلَسَ يَذْكُرُ اللهَ تَعَالٰى حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ كَانَ لَهُ سِتْرٌ مِنَ النَّارِ وَبَرِئَ مِنَ النَّارِ

Man shallā shalātash-shubhi fil-jamā'ati tsumma jalasa yadzkurullāha ta'ālā hattā tathlu'asy-syamsu kāna lahu sitrun minan-nāri wa bari'a minan-nār.

"Barang siapa sholat subuh dengan berjamaah kemudian dia duduk melakukan dzikir kepada Allah yang Maha Luhur sampai terbitnya matahari, maka baginya penutup dari neraka dan dia bebas dari neraka."

HADITS KE 6

صَلاَةُ الرَّجُلِ فِيْ جَمَاعَةٍ تَزِيْدُ عَلَى صَلاَتِهِ وَحْدَهُ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً فَإِذَا صَلاَّهَا بِأَرْضٍ فُلَاةٍ فَأَتَمَّ وُضُوْءَهَا وَرُكُوْعَهَا وَسُجُوْدَهَا بَلَغَتْ صَلاتُهُ خَمْسِيْنَ دَرَجَةً

Shalātur-rajuli fī jamā'atin tazīdu 'alā shalātihi wahdahu khamsan wa 'isyrīna darajatan fa idzā shallāhā bi'ardhin fulātin fa atamma wudhū'ahā wa rukū'ahā wa sujūdahā balaghat shalātuhu khamsīna darajah.

"Sholatnya seseorang secara berjamaah di atas sholatnya secara sendirian akan bertambah 25 derajat, kemudian tatkala dia melakukan sholat di bumi yang tandus, dia menyempurnakan wudlunya, ruku'-nya, dan sujudnya, maka sampailah sholatnya 50 derajat."

HADITS KE 7

مَنْ أَدْرَكَ الْجَماعَةَ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةً مِنَ النِّفَاقِ

Man adrakal-jamā'ata arba'īna yauman kataballāhu lahu barā'atan minan-nāri wa barā'atan minan-nifāq.

"Barang siapa yang menyempatkan sholat jamaah selama 40 hari, maka Allah akan mencatat baginya terbebas dari neraka dan terbebas dari sifat nifaq (munafiq)."

HADITS KE 8

مَنْ صَلَّى الْبَرُدَيْنِ فِي الْجَمَاعَةِ دَخَلَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Man shallal-barudaini fil-jamā'ati dakhalal-jannata bighairi hisāb.

"Barang siapa melaksanakan sholat bardain (sholat subuh dan sholat ashar) maka dia masuk surga tanpa hisab (diperhitungkan amalnya)."

Catatan (1): Bardain artinya 2 waktu dingin, dikatakan sholat bardain karena kedua waktu sholat itu (sholat subuh dan sholat ashar) dikerjakan pada waktu dingin, yaitu waktu dingin sebelum memasuki waktu panas (pagi hari) dan waktu dingin karena hilangnya waktu panas (sore hari).

HADITS KE 9

مَنْ شَهِدَ صَلَاةَ الْجَمَاعَةِ كَتَبَ اللهُ تَعَالٰى لَهُ ذَاهِبًا وَرَاجِعًا عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَمَحَا عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ وَرَفَعَ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ

Man syahida shalātal-jamā'ati kataballāhu ta'ālā lahu dzāhiban wa rāji'an 'asyra hasanātin wa mahā 'anhu 'asyra sayyi'ātin wa rafa'a lahu 'asyra darajāt.

"Barang siapa menghadiri sholat jamaah maka Allah yang Maha Luhur mencatat baginya dalam kepergiannya juga kepulangannya (menuju jamaah) sebanyak 10 kebaikan, menghapus darinya sebanyak 10 keburukan, dan mengangkat baginya sebanyak 10 derajat."

HADITS KE 10

لَا صَلاَةَ لِجَارِ الْمَسْجِدِ إِلَّا فِي الْمَسْجِدِ

Lā shalāta lijāril-masjidi illā fil-masjid.

"Tidak ada sholat bagi tetangga masjid kecuali di dalam masjid."

HADITS KE 11

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ رَحْمَةٌ وَهِيَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ

Shalātul-jamā'ati rahmatun wa hiya khairun minad-dun-yā wa mā fīhā wal-jamā'atu rahmatun wal-furqatu 'adzāb.

"Sholat jamaah adalah rohmat, dan rohmat itu lebih baik daripada dunia dan apa yang ada di dalamnya. Sholat jamaah adalah rohmat dan memisahkan diri dari jamaah adalah adzab (siksa)."

Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 9 : Keutamaan shalat berjamaah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"