Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 8 : Keutamaan adzan Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 8  : Keutamaan adzan Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 8  : Keutamaan adzan Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi 

Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.

Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits

Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 8  : Keutamaan adzan Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya


HADITS KE 1

مَنْ أَذَّنَ لِلصَّلاَةِ سَبْعَ سِنيْنَ مُحْتَسِبًا كَتَبَ الله لَهُ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ

*Man adzdzana lish-shalāti sab'a sinīna muhtasiban kataballāhu lahu barā'atan minan-nār.*

"Barang siapa yang mengumandangkan adzan selama 7 tahun dengan mengharap ridlo Allah, maka Allah mencatat baginya terbebas dari neraka".

HADITS KE 1

مَنْ أَذَّنَ ثِنْتَيْ عَشَرَةَ سَنَةً وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

*Man adzdzana tsintai 'asyarata sanatan wajabat lahul-jannah.*

"Barang siapa mengumandangkan adzan selama 12 tahun, maka wajib baginya surga".

HADITS KE 3

مَنْ أَذَّنَ خَمْسَ صَلَوَاتٍ إيْمَانًا واحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

*Man adzdzana khamsa shalawātin īmānan wahtisāban ghufira lahu mā taqaddama min dzanbih.*

"Barang siapa mengumandangkan adzan di dalam sholat 5 waktu karena iman dan mengharap ridlo Allah, maka diampuni baginya dosanya yang terdahulu (dosa yang sudah dilakukan)".


HADITS KE 4

ثَلاَثَةٌ يَعْصِمُهُمُ اللهُ تَعَالٰى مِنْ عَذَابِ القِبْرِ الشَّهِيْدُ وَالْمُؤَذِّنُ وَالْمُتَوَفَّى يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الجُمُعَةِ

*Tsalātsatun ya'shimuhumullāhu ta'ālā min 'adzābil-qabrisy-syahīdu wal-mu'adzdzinu wal-mutawaffā yaumal-jumu'ati wa lailatal-jumu'ah.*

"Ada 3 golongan yang mana Allah yang Maha Luhur akan menjaga mereka dari siksa kubur, yaitu orang yang mati syahid, mu'adzin (tukang adzan), dan orang yang meninggal pada hari Jum'at dan malam Jum'at".


HADITS KE 5

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ والصَّفِّ الْاَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوْا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوْا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوْا، وَلَوْ يَعْلَمُوْنُ مَا فِي التَّهْجِيْرِ لَاسْتَبِقُوْا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعِتْمَةِ وَالصُّبْحِ لَأٰتُوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

*Lau ya'lamun-nāsu mā fin-nidā'i wash-shaffil-awwali tsumma lam yajidū illā an yastahimū 'alaihi lastahamū, wa lau ya'lamūna mā fit-tahjīri lastabaqū ilaihi wa lau ya'lamūna mā fil-'itmati wash-shubhi la'ātūhumā wa lau habwā.*

"Jikalau manusia mengetahui apa yang ada di dalam panggilan adzan dan shof pertama kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan mengundinya, niscaya mereka akan mengundi (1). Jikalau mereka mengetahui apa yang ada di dalam menyegerakan (waktu sholat), niscaya mereka akan berlomba-lomba kepadanya. Jikalau mereka mengetahui apa yang ada di dalam sholat isya' dan subuh (2) niscaya mereka akan mendatangi keduanya meskipun dengan merangkak".

Catatan (1):

Lafadz "istahama" merupakan bentuk undian dengan menggunakan panah pada zaman dulu. Dalam keterangan Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni, jika manusia mengetahui pahala dalam adzan dan shof pertama, sedangkan mereka tidak mendapatkannya karena sempitnya waktu atau tidak adanya orang yang adzan di masjid, maka seseorang akan melakukan undian untuk mendapatkan keduanya.

Catatan (2):

Dalam keterangan Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni, maksudnya adalah sholat isya' dan subuh secara berjamaah.


HADITS KE 6

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَقَبَّلَ إبْهَامَيْهِ فَوَضَعَ عَلَى عَيْنَيْهِ وَقَالَ مَرْحَبًا بِذِكْرِ اللهِ تَعَالٰى قُرَّةُ أَعْيُنِنَا بِكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ فَأَنَا شَفِيْعُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَقَائِدُهُ إِلَى الْجنَّةِ

*Man sami'an-nidā'a faqabbala ibhāmaihi fawadha'a 'alā 'ainaihi wa qāla marhaban bidzikrillāhi ta'ālā qurratu a'yuninā bika yā rasūlallāhi fa ana syafī'uhu yaumal-qiyāmati wa qā'iduhu ilal-jannah.*

"Barang siapa mendengar panggilan adzan kemudian dia mencium kedua jempolnya, kemudian meletakkan (mengusapkan) keduanya di kedua matanya seraya berkata 'marhaban bidzikrillahi ta'ala qurratu a'yunina bika ya rasulullah' (selamat datang dengan mengingat Allah yang Maha Luhur, penenang hatiku adalah Engkau wahai Rosulullah), niscaya aku adalah pemberi syafa'atnya di hari kiamat dan penuntutnya ke surga".


HADITS KE 7

إذَا كَانَ وَقْتُ الأَذَانِ فُتِحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَاسْتُجِيْبَ الدُّعَاءُ وَإِذَا كَانَ وَقْتُ الْإِقَامَةِ لَمْ تُرَدَّ دَعْوَتُهُ

*Idzā kāna waqtul-adzāni futihat abwābus-samā'i wastujībad-du'ā'u wa idzā kāna waqtul-iqāmati lam turadda da'watuh.*

"Tatkala telah datang waktu adzan, maka terbukalah pintu-pintu langit dan dikabulkannya doa, dan tatkala telah datang waktu iqamah, maka tidaklah ditolak doa-doanya".


HADITS KE 8

مَنْ قَالَ عِنْدَ الأَذَانِ مَرْحَبًا بِالْقَائِلِيْنَ عَدْلاً، مَرْحَبًا بِالصَّلَوَاتِ وَأَهْلاً، كَتَبَ اللهُ تَعَالٰى لَهُ أَلْفَ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ دَرَجَةٍ

*Man qāla 'indal-adzāni marhaban bil-qā'ilīna 'adlan, marhaban bish-shalawāti wa ahlan, kataballāhu ta'ālā lahu alfa hasanatin, wa mahā 'anhu alfa sayyi'atin, wa rafa'a lahu alfa darajah.*

"Barang siapa berkata ketika adzan 'marhaban bil qoilina adlan, marhaban bissholawati waahlan' (selamat datang orang-orang yang mengucapkan dengan keadilan, selamat datang shalat-shalat dan keluarga), maka Allah yang Maha Luhur mencatat baginya seribu kebaikan, menghapus darinya seribu keburukan, dan mengangkat baginya seribu derajat".


HADITS KE 9

مَنْ سَمِعَ الأَذَانَ وَلَمْ يَقُلْ مِثْلَ مَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ فَإنَّهُ يُمْنَعُ مِنَ السُّجُوْدِ يَوْمَ القِيَامَةِ إذَا سَجَدَ الْمُؤَذِّنُوْنَ

*Man sami'al-adzāna wa lam yaqul mitsla mā qālal-mu'adzdzinu fa innahu yumna'u minas-sujūdi yaumal-qiyāmati idzā sajadal-mu'adzdzinūn.*

"Barang siapa mendengar adzan dan tidak mengucapkan seperti apa yang diucapkan mu'adzin, maka dia dicegah bersujud di hari kiamat ketika para muadzin bersujud".


HADITS KE 10

ثَلاَثَةٌ فِي ظِلِّ العَرْشِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إلاَّ ظِلُّهُ إِمَامٌ عَادِلٌ وَمُؤَذِّنٌ حَافِظٌ وَقَارِئُ الْقُرْآنِ يَقْرَأُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِائَتَيْ اٰيَةً

*Tsalātsatun fī zhillil-'arsyi yauma lā zhilla illā zhilluhu imāmun 'ādilun wa mu'adzdzinun hāfizhun wa qāri'ul-Qur'āni yaqra'u fī kulli lailatin mi'atai āyah.*

"Ada tiga golongan dalam naungan Arsy di hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu pemimpin yang adil, muadzin yang menjaga (beristiqamah), dan pembaca Al-Qur'an yang membaca 200 ayat setiap malam".

Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 8 : Keutamaan adzan Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"