Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 7 : Keutamaan Siwak Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
| Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 7 : Keutamaan Siwak Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya |
Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi
Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.
Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits
Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 7 : Keutamaan Siwak Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
HADITS KE 1
رَكْعَتَانِ بِسِوَاكٍ خَيْرٌ مِنْ سَبْعِيْنَ رَكْعَةً بِغَيْرِ سِوَاكٍ
*Rak'atāni bisiwākin khairun min sab'īna rak'atan bighairi siwāk.*
"Sholat 2 rokaat dengan bersiwak lebih baik daripada sholat 70 rokaat tanpa bersiwak".
HADITS KE 2
تَسَوَّكُوْا فَاِنَّ السِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
*Tasawwakū fa innas-siwāka mathharatun lil-fammi mardhātun lir-rabb.*
"Bersiwaklah kamu sekalian, karena sesungguhnya siwak itu bisa menyucikan mulut, juga diridlohi Tuhan".
HADITS KE 3
سِتَّةٌ مِنْ سُنَنِ الْمُرْسَلِيْنَ الْحَيَاءُ وَالْحِلْمُ وَالْحِجَامَةُ وَالسِّوَاكُ وَالتَّعَطُّرُ وَكَثْرَةُ الْاَزْوَاجِ
*Sittatun min sunanil-mursalīnal-hayā'u wal-hilmu wal-hijāmatu was-siwāku wat-ta'aththuru wa katsratul-azwāj.*
"Ada 6 perkara dari sunnah-sunnah para rosul, yaitu rasa malu, sabar, berbekam, bersiwak, memakai wangi-wangian, dan memperbanyak istri".
HADITS KE 4
ثَلَاثَةٌ وَاجِبَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ الْغُسْلُ يَوْمَ الْجُمْعَةِ وَالسِّوَاكُ وَمَسُّ الطِّيْبِ
*Tsalātsatun wājibatun 'alā kulli musliminil-ghuslu yaumal-jumu'ati was-siwāku wa massuth-thīb.*
"Ada 3 perkara wajib (1) bagi setiap muslim, yaitu mandi di hari Jum'at, bersiwak, dan memakai wangi-wangian".
Catatan (1):
Dalam syarah (keterangan) Kitab Lubabul Hadist, yaitu Kitab Tanqihul Qoul oleh Syekh Nawawi Al-Banteni dijelaskan bahwa perkara wajib itu bukan wajib ain atau wajib kifayah tetapi sunnah muakkad.
HADITS KE 5
طَيِّبُوْا اَفْوَاهَكُمْ بِالسِّوَاكِ فَاِنَّهُ طَرِيْقُ الْقُرْآنِ
*Thayyibū afwāhakum bis-siwāki fa innahu tharīqul-Qur'ān.*
"Harumkanlah mulutmu sekalian dengan bersiwak, karena sesungguhnya bersiwak adalah jalan Al-Qur'an".
HADITS KE 6
رَحِمَ اللهُ الْمُتَخَلِّلِيْنَ مِنْ اُمَّتِيْ فِى الْوُضُوْءِ وَالطَّعَامِ
*Rahimallāhul-mutakhallilīna min ummatī fil-wudhū'i wath-tha'ām.*
"Semoga Allah merohmati orang-orang yang menyela-nyela dari umatku di dalam wudhu (2) dan makanan (3)".
Catatan (2):
Menyela-nyela jenggot yang lebat, jari tangan, jari kaki, dan telinga ketika berwudlu. Menyela-nyela lipatan-lipatan anggota tubuh, rambut, dan jenggot ketika mandi janabah. Juga menyela-nyela gigi ketika bersiwak.
Catatan (3):
Menyela-nyela atau mengelamuti atau membersihkan jari-jari tangan dengan mulut sesudah makan, ini berguna agar sisa-sisa makanan yang ada di jari tidak terbuang sia-sia.
HADITS KE 7
لَا تُخَلِّلُوْا بِالاٰسِ وَالرَّيْحَانِ وَالقَصَبِ فَاِنَّهُ يُوْرِثُ الْاِكْلَةَ
"Janganlah kamu sekalian menyela-nyela gigi dengan kayu as, kayu roihan, dan kayu bambu karena hal itu bisa menyebabkan rontoknya gigi (terluka dan infeksi)".
HADITS KE 8
صَلَاةٌ بِسِوَاكٍ خَيْرٌ مِنْ سَبْعِيْنَ صَلَاةً بِغَيْرِ سِوَاكٍ
*Shalātun bisiwākin khairun min sab'īna shalātan bighairi siwāk.*
"Satu sholat dengan bersiwak lebih baik daripada 70 sholat tanpa siwak".
HADITS KE 9
مَازَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالسِّوَاكِ حَتَّى خَشِيْتُ اَنْ يَدْرَدَنَّ اَسْنَانِيْ
*Mā zāla Jibrīlu yūshīnī bis-siwāki hattā khasyītu an yadradanna asnānī.*
"Tidak henti-hentinya Malaikat Jibril berwasiat kepadaku dengan bersiwak sehingga aku khawatir jika siwak akan merontokkan gigi-gigiku".
HADITS KE 10
اُمِرْتُ بِالسِّوَاكِ حَتَّى خِفْتُ عَلَى اَسْنَانِيْ
*Umirtu bis-siwāki hattā khiftu 'alā asnānī.*
"Aku diperintah dengan (agar) bersiwak sehingga aku takut atas gigi-gigiku".
Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 7 : Keutamaan Siwak Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"