Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 6 : Keutamaan Wudhu Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
| Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 6 : Keutamaan Wudhu Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya |
Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi
Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.
Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits
Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 6 : Keutamaan Wudhu Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
HADITS KE 1.
مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ فَاَحْسَنَ الْوُضُوْءَ فَاِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ خَطِيْئَتِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ
*Man tawadhdha'a lish-shalāti fa ahsanal-wudhū'a fa innahu yakhruju min khathī'atihi kayaumi waladat-hu ummuh.*
"Barang siapa berwudhu untuk (melaksanakan) sholat, kemudian dia membaguskan wudhunya, kemudian dia mengerjakan sholat, maka sesungguhnya telah keluar kesalahan-kesalahannya (dosa-dosanya) seperti hari di mana ibunya melahirkannya".
HADITS KE 2
مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ وَصَلَّى كَفَّرَ اللهُ ذُنُوْبَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الصَّلَاةِ الْاُخْرٰى الَّتِى تَلِيْهَا
*Man tawadhdha'a lish-shalāti wa shallā kaffarallāhu dzunūbahu mā bainahu wa bainash-shalātil-ukhrā allatī talīhā.*
"Barang siapa berwudhu dan (kemudian) sholat, maka Allah akan melebur dosa-dosanya, yaitu dosa antara dia dan sholat lain yang berikutnya".
HADITS KE 3
مَنِ نَامَ عَلَى الْوُضُوْءِ فَاَدْرَكَهُ الْمَوْتُ فِيْ تِلْكَ اللَّيْلَةِ فَهُوَ عَنْدَ اللهِ شَهِيْدٌ
*Man nāma 'alal-wudhū'i fa adrakahul-mautu fī tilkal-lailati fahuwa 'indallāhi syahīd.*
"Barang siapa tidur dalam keadaan mempunyai wudhu, kemudian kematian menjemputnya di malam itu, maka dia di sisi Allah adalah orang yang mati syahid".
HADITS KE 4
النَّائِمُ الطَّاهِرُ كَالصَّاِئِمِ الْقَائِمِ
*An-nā'imuth-thāhiru kaa ash-shā'im il-qā'im.*
"Orang yang tidur dalam keadaan suci seperti orang berpuasa yang melakukan ibadah malam (qiyamul lail)".
HADITS KE 5
مَنْ تَوَضَّأَ عَلَى طُهْرٍ كُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ
*Man tawadhdha'a 'alā thuhrin kutiba lahu 'asyru hasanāt.*
"Barang siapa berwudhu untuk tetap menjaga kesucian maka ditulis baginya 10 kebaikan".
HADITS KE 6
لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوْءَ لَهُ وَلَا وُضُوْءَ لِمَنْ لَا يَذْكُرِ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ
*Lā shalāta liman lā wudhū'a lahu wa lā wudhū'a liman lā yadzkurismallāhi 'alaih.*
"Tidak ada sholat bagi orang yang tidak memiliki wudhu baginya, dan tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut asma Allah atasnya".
HADITS KE 7
الْوُضُوْءُ شَطْرُ الْاِيْمَانِ
*Al-wudhū'u syathrul-īmān.*
"Wudhu adalah sebagian dari iman".
HADITS KE 8
صِبْغَةُ الوُضُوْءِ مَرَّةٌ فَمَنْ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ كَانَ لَهُ كِفْلَانِ مِنَ الْاَجْرِ وَمَنْ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا فَهُوَ وُضُوْءَ الْاَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِيْ
*Shibghatul-wudhū'i marratun faman tawadhdha'a marrataini kāna lahu kiflāni minal-ajri wa man tawadhdha'a tsalātsan fahuwa wudhū'al-anbiyā'i min qablī.*
"Pokok wudhu adalah sekali, kemudian barang siapa yang berwudhu 2 kali maka baginya 2 kali lipat pahala, dan barang siapa berwudhu 3 kali, maka wudhu itu adalah wudhunya para nabi sebelumku".
HADITS KE 9
لَا يَقْبَلُ اللهُ صَلَاةَ اَحَدِكُمْ اِذَا اَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
*Lā yaqbalu shallāta ahadikum idzā ahdatsa hattā yatawadhdha'.*
"Allah tidak akan menerima sholat salah satu dari kamu sekalian ketika dia dalam keadaan hadast sehingga dia berwudhu".
HADITS KE 10
الْوُضُوْءُ عَلَى الْوُضُوْءِ نُوْرٌ عَلَى نُوْر
*Al-wudhū'u 'alal-wudhū'i nūrun 'alā nūr.*
"Wudhu di atas wudhu adalah cahaya di atas cahaya (memperbarui wudhu adalah kebaikan di atas kebaikan)".
Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 6 : Keutamaan Wudhu Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"