Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 5 : Keutamaan Iman Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
| Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 5 : Keutamaan Iman Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya |
Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi
Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.
Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits
Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 5 : Keutamaan Iman Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
HADITS KE 1
اَلْإِيْمَانُ مَعْرِفَةٌ بِالْقَلْبِ وَقَوْلٌ بِاللِّسَانِ وَعَمَلٌ بِالْأَرْكَانِ
*Al-īmānu ma'rifatun bil-qalbi wa qaulun bil-lisāni wa 'amalun bil-arkān.*
"Iman adalah dimengerti (diyakini) dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan dikerjakan dengan Rukun rukun (sesuai ketentuan)".
HADITS KE 2
اَلْإِيْمَانُ عُرْيَانٌ وَلِبَاسُهُ التَّقْوٰى وَزِيْنَتُهُ الْحَيَاءُ وَثَمْرَتُهُ الْعِلْمُ
*Al-īmānu 'uryānun wa libāsuhut-taqwā wa zīnātuhul-hayā'u wa tsamratuhul-'ilm.*
"Iman itu (ibarat) sesuatu yang masih telanjang, sedangkan pakaiannya adalah taqwa, perhiasaannya adalah malu, dan buahnya adalah ilmu".
HADITS KE 3
لَا إِيْمَانِ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ
*Lā īmāna liman lā amānata lah.*
"Tidaklah memiliki iman, seseorang yang tidak memiliki amanat baginya".
HADITS KE 4
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبُّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
"Tidaklah beriman salah satu dari kamu sekalian sehingga dia mencintai saudaranya seperti halnya dia mencintai dirinya sendiri".
HADITS KE 5
اَلْإِيْمَانُ فِيْ صَدْرِ الْمُؤْمِنِ وَلَا يَتِمُّ الْإِيْمَانُ إَلَّا بِتَمَامِ الْفَرَائِضِ وَالسُّنَنِ وَلَا يَفْسُدُ الْإِيْمَانُ إَلَّا بِجُحُوْدِ الْفَرَائِضِ وَالسُّنَنِ فَمَنْ نَقَصَ فَرِيْضَةً بِغَيْرِ جُحُوْدٍ عُوْقِبَ عَلَيْهَا وَمَنْ أَتَمَّ الْفَرَائِضَ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
*Al-īmānu fī shadril-mu'mini wa lā yatimmu al-īmānu illā bitamāmil-farā'idhi was-sunan, wa lā yafsudu al-īmānu illā bijuhūdil-farā'idhi was-sunan, faman naqasha farīdhatan bighairi juhūdin 'ūqiba 'alaihā, wa man atammal-farā'idha wajabat lahu al-jannah.*
"Iman berada di dalam dada (hati) seorang mukmin, dan tidaklah sempurna iman itu kecuali dengan menyempurnakan ibadah-ibadah fardlu dan ibadah-ibadah sunnah, dan tidaklah rusak iman itu kecuali mengingkari ibadah-ibadah fardlu dan ibadah-ibadah sunnah. Barang siapa mengurangi melaksanakan ibadah fardlu tanpa ingkar maka dia akan disiksa atas hal itu, dan barang siapa menyempurnakan ibadah fardlu maka wajib baginya surga".
HADITS KE 6
اَلْإِيْمَانُ لَا يَزِيْدُ وَلَا يَنْقُصُ وَلٰكِنْ لَهُ حَدٌّ أَىْ تَعْرِيْفٌ بِذِكْرِ أَفْرَادِ فُرُوْعِ الْإِيْمَانِ فَإِنْ نَقَصَ فَفِيْ حَدِّهِ وَأَصْلُهُ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَإِقَامُ الصَّلَاةَ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةَ وَصَوْمُ رَمَضَانَ وَالْحَجُّ وَغَسْلُ الْجَنَابَةَ فَمَنْ زَادَ فِيْ حَدِّهِ زَادَتْ حَسَنَاتُهُ وَمَنْ نَقَصَ فِيْهِ فَفِيْهِ
*Al-īmānu lā yazīdu wa lā yanqushu wa lākin lahu haddun ay ta'rīfun bidzikri afrādi furū'il-īmāni fa in naqasha fafī haddihi, wa ashluha syahādatu an lā ilāha illallāhu wahdahu lā syarīka lahu wa anna Muhammadan 'abduhu wa rasūluhu wa iqāmush-shalāta wa ītā'uz-zakāta wa shaumu ramadhāna wal-hajju wa ghaslul-janābati, faman zāda fī haddihi zādat hasanātuhu wa man naqasha fīhi fafīh.*
"Iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang, tetapi ada batasannya — maksudnya mengetahui dengan menyebutkan masing-masing cabang iman — kemudian jika iman itu berkurang, maka ia berada pada batasannya. Dan pokok dari iman adalah bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan rosul-Nya, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa di Bulan Ramadhan, haji, dan mandi janabah. Kemudian barang siapa bertambah di dalam batasannya (iman), maka bertambahlah kebaikannya. Dan barang siapa yang berkurang di dalamnya, maka ia ada di dalam batasan itu".
HADITS KE 7
اَلْإِيْمَانُ نِصْفَانِ فَنِصْفٌ فِى الصَّبْرِ وَنِصْفٌ فِى الشُّكْرِ
*Al-īmānu nishfāni fa nishfun fish-shabri wa nishfun fisysy-syukr.*
"Iman terbagi menjadi 2 bagian, satu bagian di dalam sabar dan satu bagian lain di dalam syukur".
HADITS KE 8
اَلْإِيْمَانُ قَيْدُ الْفَتْكِ لَا يَفْتِكُ مُؤْمِنٌ
*Al-īmānu qaidul-fatki lā yaftiku mu'min.*
"Iman itu tali (yang mengikat pembunuhan), maka seorang mukmin tidak akan membunuh".
HADITS KE 9
خَلَقَ اللهُ الْإِيْمَانَ وَحَفَّهُ وَمَدَحَهُ بِالسَّمَاحَةِ وَالْحَيَاءِ وَخَلَقَ اللهُ الْكُفْرَ وَذَمَّهُ بِالْبُخْلِ وَالْجَفَاءِ
*Khalaqallāhul-īmāna wa haffahu wa madahahu bis-samāhati wal-hayā'i, wa khalaqallāhul-kufra wa dzammahu bil-bukhli wal-jafā'.*
"Allah telah menciptakan iman, Dia menghiasi dan memujinya dengan sifat murah hati dan sifat malu. Dan Allah menciptakan kekufuran, Dia mencelanya dengan sifat kikir dan sifat durhaka".
HADITS KE 10
إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ أَمَرَ اللهُ تَعَالٰى بِأَنْ يَخْرُجَ مِنَ النَّارَ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ مِنَ اْلإِيْمَانِ
*Idzā dakhalal-jannatal-jannata wa ahlun-nārin-nāra amarallāhu ta'ālā bi'an yakhruja minan-nāri man kāna fī qalbihi mitsqāla dzarratin minal-īmān.*
"Tatkala penduduk surga memasuki surga dan penduduk neraka memasuki neraka, maka Allah yang Maha Luhur memerintah untuk mengeluarkan dari neraka orang yang di dalam hatinya masih ada seberat dzarrah dari iman".
Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 5 : Keutamaan Iman Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"