Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 31 : Keutamaan Mendidik Anak Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 31 : Keutamaan Mendidik Anak Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 31 : Keutamaan Mendidik Anak Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi 

Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.

Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits

Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.

Terjemah kitab Lubabul Hadits Bab ke - 1  : Keutamaan ilmu dan ulama

HADITS KE 1

مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ

*Mā nahala wālidun waladahu afdhala min adabin hasan.*

"Orangtua tidak memberikan kepada anaknya sesuatu yang lebih utama daripada adab yang baik".


HADITS KE 2

لَأَنْ يُؤَدِّبَ الرَّجُلُ وَلَدَهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أنْ يَتَصَدَّقَ بِصَاعٍ

*La'an yu'addibar-rajulu waladahu khairun lahu min an yatashaddaqa bishā'.*

"Pengajaran adab orangtua kepada anaknya itu lebih baik baginya daripada dia bershodaqoh dengan satu sho' ".


HADITS KE 3

أَكْرِمُوْا أَوْلَادَكُمْ وَأَحْسِنُوْا آدَابَهُمْ

*Akrimū aulādakum wa ahsinū ādābahum.*

"Muliakanlah anak-anak kalian dan perbaikilah adab mereka".


HADITS KE 4

مَنْ أَرَادَ أنْ يُرْغِمَ حَاسِدَهُ فَلْيُؤَدِّبْ وَلَدَهُ

*Man arāda an yurghima hāsidahu falyu'addib waladah.*

"Barang siapa yang ingin menghina orang yang dengki kepadanya, maka hendaklah dia mengajarkan adab kepada anaknya".


HADITS KE 5

النَّظَرُ إِلَى وَجْهِ الْأَوْلَادِ بِشُكْرٍ كَالنَّظَرِ إِلَى وَجْهِ نَبِيِّهِ

*An-nazharu ilā wajhil-aulādi bisyukrin kan-nazhari ilā wajhi nabiyyih.*

"Memandang wajah anak-anak dengan syukur seperti memandang wajah nabinya".


HADITS KE 6

أَكْرِمُوْا أَوْلَادَكُمْ فَإِنَّ كَرَامَةَ الْأَوْلَادِ سِتْرٌ مِنَ النَّارِ

*Akrimū aulādakum fa inna karāmatal-aulādi sitrun minan-nār.*

"Muliakanlah anak-anak kalian (dengan pendidikan adab) karena sesungguhnya mulianya anak-anak adalah penutup dari neraka".


HADITS KE 7

الأَوْلَادُ حِرْزٌ مِنَ النَّارِ وَالْأَكْلُ مَعَهُمْ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَكَرَامَتُهُمْ جَوَازٌ عَلَى الصِّرَاطِ

*Al-aulādu hirzun minan-nāri wal-aklu ma'ahum barā'atun minan-nāri wa karāmatuhum jawāzun 'alash-shirāth.*

"Anak-anak adalah pelindung dari neraka, makan bersama mereka adalah pembebasan dari neraka, dan memuliakan mereka adalah mempermudah melewati shirath".


HADITS KE 8

أَكْرِمُوْا أَوْلَادَكُمْ فَإِنَّ مَنْ أَكْرَمَ أَوْلَادَهُ أَكْرَمَهُ اللهُ فِي الْجَنَّةِ

*Akrimū aulādakum fa inna man akrama aulādahu akramahullāhu fil-jannah.*

"Muliakanlah anak-anak kalian (dengan pendidikan adab), karena sesungguhnya barang siapa memuliakan anak-anaknya maka Allah akan memuliakannya di dalam surga".


HADITS KE 9

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ دَارًا يُقَالُ لَهَا دَارُ الْفَرَحِ لَا يَدْخُلُهَا إِلَّا مَنْ فَرَّحَ الصِّبْيَانَ

*Inna fil-jannati dāran yuqālu lahā dārul-farahi lā yadkhuluhā illā man farrahash-shibyān.*

"Sesungguhnya di dalam surga terdapat rumah yang disebut 'darul faroh' (rumah kebahagiaan), tidaklah memasukinya kecuali orang yang memberikan kebahagiaan kepada anak-anak kecil".


HADITS KE 10

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ دَارًا يُقَالُ لَهَا دَارُ الْفَرَحِ لَا يَدْخُلُهَا إِلَّا مَنْ فَرَّحَ يَتَامَى الْمُؤْمِنِيْنَ

*Inna fil-jannati dāran yuqālu lahā dārul-farahi lā yadkhuluhā illā man farraha yatāmal-mu'minīn.*

"Sesungguhnya di dalam surga terdapat rumah yang disebut 'darul faroh' (rumah kebahagiaan), tidaklah memasukinya kecuali orang yang memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim dari orang-orang mukmin".

Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 31 : Keutamaan Mendidik Anak Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"