Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 29 : Keutamaan Memanah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
| Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 29 : Keutamaan Memanah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya |
Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi
Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.
Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits
Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 29 : Keutamaan Memanah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
HADITS KE 1
مَنْ رَمَى سَهْمًا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ كَمَنْ اَعْتَقَ رَقَبَةً
*Man ramā sahman fī sabīlillāhi kaman a'taqa raqabah.*
"Orang yang memanahkan anak panah di jalan Allah seperti orang yang memerdekakan budak".
HADITS KE 2
عَلِّمُوْا اَوْلَادَكُمُ السِّيَاحَةَ وَالرَّمْىَ بِالسَّهْمِ وَالْمَرْأَةَ الْمِغْزَلَ
*'Allimū aulādakumus-siyāḥata war-ramya bis-sahmi wal-mar'atal-mighzal.*
"Ajarkanlah anak-anak kalian berenang dan memanah dengan anak panah, dan (ajarkanlah anak) wanita menenun".
HADITS KE 3
الرَّمْيُ عَلَى الْغَرَضِ كَالرَّمْىِ عَلَى الْجِهَادِ
*Ar-ramyu 'alal-gharadhi kar-ramyi 'alal-jihād.*
"Memanah pada tepat sasaran seperti memanah pada jihad".
HADITS KE 4
مَنْ يَّرُدُّ السَّهْمَ عَلَى الْمَرْمِيِّ مِنَ الْغَرَضِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ قَدَمٍ اَجْرُ عِتْقِ رَقَبَةٍ
*Man yaruddus-sahma 'alal-marmiyyi minal-gharadhi kāna lahu bikulli qadamin ajru 'itqi raqabah.*
"Barang siapa mengembalikan anak panah pada tempat panah dari tepat sasaran, maka baginya setiap telapak kaki (langkah) adalah pahala memerdekakan budak".
HADITS KE 5
مَنْ تَرَكَ الرَّمْيَ بَعْدَ التَّعْلِيْمِ فَقَدْ تَرَكَ سُنَّةً مِنْ سُنَّتِيْ
*Man tarakar-ramya ba'dat-ta'līmi faqad taraka sunnatan min sunnatī.*
"Barang siapa meninggalkan memanah setelah mengajar (memanah), maka dia telah benar-benar meninggalkan sunnah dari sunnahku".
HADITS KE 6
مَنْ عَلَّمَ الرَّمْيَ ثُمَّ تَرَكَهُ فَلَيْسَ مِنَّا
*Man 'allamar-ramya tsumma tarakahu falaisa minnā.*
"Barang siapa mengajarkan memanah kemudian dia meninggalkannya (memanah), maka dia tidak termasuk golongan kita".
HADITS KE 7
مَنْ تَرَكَ الرَّمْيَ فَلْيَرْتَمْ
*Man tarakar-ramya falyartam.*
"Barang siapa meninggalkan memanah maka hendaklah dia belajar (untuk kedua kalinya)".
HADITS KE 8
مَنْ تَعَلَّمَ الرَّمْىَ ثُمَّ تَرَكَهُ فَقَدْ عَصَانِيْ
*Man ta'allamar-ramya tsumma tarakahu faqad 'ashānī.*
"Barang siapa belajar memanah kemudian dia meninggalkannya, maka dia telah benar-benar mendurhakaiku".
HADITS KE 9
مَنْ رَمَى بِسَهْمٍ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ اَصَابَ أَوْ اَخْطَأَ كَانَ لَهُ اَجْرُ عِتْقِ رَقَبَةٍ
*Man ramā bisahmin fī sabīlillāhi ashāba au akhtha'a kāna lahu ajru 'itqi raqabah.*
"Barang siapa memanah di jalan Allah, dia mengenai atau dia meleset, maka baginya pahala memerdekakan budak".
HADITS KE 10
تَعَلَّمُوْا الرَّمْيَ فَاِنَّ مَا بَيْنَ الْهَدَفَتَيْنِ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ لِلرَّامِيْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ
*Ta'allamur-ramya fa inna mā bainal-hadafataini raudhatun min riyādhil-jannati lir-rāmī fī sabīlillāh.*
"Berlajarlah kalian memanah, karena sesungguhnya apa yang ada di antara dua sasaran adalah taman dari taman-taman surga, bagi orang yang memanah di jalan Allah".
Catatan:
Pertama, pada masa Rosulullah SAW belum ada senapan, pistol, dan lain-lain, maka sesuai perkembangan zaman hukum senapan, pistol, dan lainnya adalah sama seperti hukum panah.
Kedua, jangan memaknai hadist secara tekstual, seruan memanah adalah karena kondisi peperangan melawan kafir Quraisy, sehingga Rosulullah SAW sangat menyerukan para sahabat untuk belajar dan mengajarkan memanah. Itulah mengapa kalimat "ar-romyu - memanah" diiringi dengan kalimat "fi sabilillah – di jalan Allah". Jika kondisi sebuah negara aman, maka setiap rakyat dalam negara tersebut tidak wajib untuk belajar atau mengajarkan memanah (menembak), seruan memanah (menembak) boleh dilakukan oleh para anggota militer untuk menjaga keamanan negara.
Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 29 : Keutamaan Memanah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"