Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 19 : Keutamaan doa Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Terjemah Kitab Lubabul Hadits  Bab ke - 19 : Keutamaan doa Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
Terjemah Kitab Lubabul Hadits  Bab ke - 19 : Keutamaan doa Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi 

Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.

Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits

Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.

Terjemah Kitab Lubabul Hadits  Bab ke - 19 : Keutamaan doa Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

HADITS KE 1


الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ

*Ad-du'ā'u mukhkbul-'ibādah.*

"Doa adalah intisari ibadah (1)".

Catatan (1):

Dalam Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni dijelaskan mengenai maksud hadist di atas, doa adalah intisari dan kemurnian dalam beribadah, karena jika seseorang menginginkan keberhasilan atas urusannya dari Allah SWT maka tentu dia akan melepas harapan kepada selain Dia dan berdoa kepada-Nya berdasarkan keinginannya.


HADITS KE 2

إنَّ اللهَ تَعَالٰى يُحِبُّ الْمُلِحِّيْنَ فِي الدُّعَاءِ

*Innallāha ta'ālā yuhibbul-mulihhīna fid-du'ā'.*

"Sesungguhnya Allah yang Maha Luhur mencintai orang-orang yang bersungguh-sungguh di dalam berdoa (2)".

Catatan (2):

Mulihhun berasal dari kata lahha, yang artinya meminta dengan mendesak. Dalam Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni, maksudnya adalah orang-orang yang melanggengkan doa dengan keikhlasan dan membenarkan hatinya bahwa hanya Allah SWT semata yang mampu mengabulkannya.


HADITS KE 3

لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ تَعَالٰى مِنَ الدُّعَاءِ

*Laisa syai'un akrama 'alallāhi ta'ālā minad-du'ā'.*

"Tiada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah yang Maha Luhur daripada doa".


HADITS KE 4

يَقُولُ اللهُ تَعَالٰى يَا عَبْدِيْ أَنَا عِنْدَ ظَنِّكَ وَأَنَا مَعَكَ إذَا دَعَوْتَنِيْ

*Yaqūlullāhu ta'ālā: Yā 'abdī ana 'inda zhannika wa ana ma'aka idzā da'autanī.*

"Allah yang Maha Luhur berfirman: 'Wahai hambaku, Aku tergantung pada prasangkamu (kepada-Ku) (3), dan Aku bersamamu ketika kamu berdoa kepada-Ku'".

Catatan (3):

Dalam Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni, jika seorang hamba berprasangka baik kepada Allah SWT, maka dia akan memperoleh seperti apa yang dia prasangkakan kepada Allah SWT, dan sebaliknya.


HADITS KE 5

مَنْ لَمْ يَدْعُ اللهَ تَعَالٰى يَغْضَبْ عَلَيْهِ

*Man lam yad'ullāha ta'ālā yaghḍhab 'alaih.*

"Barang siapa yang tidak berdoa kepada Allah yang Maha Luhur, maka Allah akan memurkainya".


HADITS KE 6

تَرْكُ الدُّعَاءِ مَعْصِيَةٌ

*Tarkud-du'ā'i ma'shiyah.*

"Meninggalkan doa adalah maksiat".


HADITS KE 7

الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ وَعِمَادُ الدِّيْنِ وَنُوْرُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ

*Ad-du'ā'u silābul-mu'mini wa 'imādud-dīni wa nūrus-samāwāti wal-ardh.*

"Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit dan bumi".


HADITS KE 8

دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ مُسْتَجَابَةٌ وَإِنْ كَانَ فَاجِرًا فَفُجُوْرُهُ عَلَى نَفْسِهِ

*Da'watul-mazhlūmi mustajābatun wa in kāna fājiran fafujūruhu 'alā nafsih.*

"Doa orang yang teraniaya itu diijabahi (dikabulkan) meskipun dia adalah orang yang durhaka, maka kedurhakaannya itu menjadi tanggungan dirinya sendiri".


HADITS KE 9

اِتَّقُوْا دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ، فَإِنَّهَا تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ، يَقُوْلُ اللهُ وَعِزَّتِيْ وَجَلَالِيْ لَأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِيْنٍ

*Ittaqū da'watal-mazhlūm, fa innahā tuhmalu 'alal-ghamām, yaqūlullāhu wa 'izzatī wa jalālī la'anshurannaka wa lau ba'da hīn.*

"Takutlah doa orang yang teraniaya karena sesungguhnya doa itu akan terbawa sampai di atas awan, (kemudian) Allah berfirman 'Demi kemuliaan dan keagungan-Ku sungguh Aku akan menolongmu meskipun setelah masa ini (4)'".


Catatan (4):

Meskipun pertolongan itu tidak langsung atau dalam waktu yang lama setelah teraniaya.


HADITS KE 10

اِتَّقُوْا دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ وَإِنْ كَانَ كَافِرًا، فَإِنَّهُ لَيْسَ دُوْنَهَا حِجَابٌ

*Ittaqū da'watal-mazhlūmi wa in kāna kāfiran, fa innahu laisa dūnahā hijāb.*

"Takutlah doa orang teraniaya dan meskipun dia adalah orang kafir, karena sesungguhnya tiada penghalang di antara doa itu".

Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 19 : Keutamaan doa Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"