Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 18 : Keutamaan salam Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Terjemah Kitab Lubabul Hadits  Bab ke - 18 : Keutamaan salam Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
Terjemah Kitab Lubabul Hadits  Bab ke - 18 : Keutamaan salam Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi 

Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.

Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits

Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.

Terjemah Kitab Lubabul Hadits  Bab ke - 18 : Keutamaan salam Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

HADITS KE 1

السَّلَامُ قَبْلَ الْكَلاَمِ

*As-salāmu qablal-kalām.*

"Ucapan salam itu sebelum berbicara".


HADITS KE 2

مَنْ بَدَأَ بِالْكَلَامِ قَبْلَ السَّلَامِ فَلَا تُجِيْبُوْهُ

*Man bada'a bil-kalāmi qablas-salāmi falā tujībūh.*

"Barang siapa mengawali dengan pembicaraan sebelum ucapan salam maka janganlah kalian menjawabnya (1)".

Catatan (1):

Jangan memaknai hadist secara tekstual, bukan berarti kita tidak harus menjawab salam yang didahului pembicaraan. Dalam Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni, maksud hadist ini adalah seruan akan pentingnya salam dan kecaman bagi yang meninggalkan salam.


HADITS KE 3

مَنْ بَدَأَ بِالسَّلَامِ فَهُوَ أَوْلَى بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ

*Man bada'a bis-salāmi fahuwa aulā billāhi wa rasūlih.*

"Barang siapa mengawali dengan ucapan salam, maka dia lebih berhak atas Allah dan rosul-Nya (3)".

Catatan (3):

Dalam Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni, maksudnya adalah lebih berhak atas rasa aman dan kesejahteraan dari Allah SWT dan Rosulullah SAW, karena makna salam sendiri adalah sejahtera dan aman.


HADITS KE 4

السَّلَامُ مِنْ أَسْمَاءِ اللهِ تَعَالٰى وَضَعَهُ اللهُ فِي الأَرْضِ فَأَفْشُوْهُ بَيْنَكُمْ، فَإِنَّ الرَّجُلَ الْمُسْلِمَ إِذَا مَرَّ بِقَوْمٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ فَرَدُّوْا عَلَيْهِ كَانَ لَهُ عَلَيْهِمْ فَضْلُ دَرَجَةٍ بِتَذْكِيْرِهِ إيَّاهُمُ السَّلَامَ، فَإِنْ لَمْ يَرُدُّوْا عَلَيْهِ رَدَّ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْهُمْ وَأَطْيَبُ

*As-salāmu min asmā'illāhi ta'ālā wadha'ahullāhu fil-ardhi fa afsyūhu bainakum, fa innar-rajulal-muslima idzā marra biqaumin fasallama 'alaihim faraddū 'alaihi kāna lahu 'alaihim fadhlu darajatin bitadzkīrihi iyyāhumus-salām, fa in lam yaruddū 'alaihi radda man huwa khairun minhum wa athyab.*

"Salam itu berasal dari asma-asma (nama-nama) Allah yang Maha Luhur yang mana Allah meletakkannya di bumi, maka budayakanlah salam di antara kalian. Karena sesungguhnya seorang muslim yang berjalan melewati kaum kemudian dia mengucapkan salam kepada mereka dan mereka menjawab salam kepadanya, maka baginya atas mereka adalah anugerah derajat karena dia mengingatkan mereka dengan ucapan salam, jika mereka tidak menjawab salam kepadanya maka orang yang lebih baik dan lebih bagus dari mereka menjawab salam kepadanya (4)".

Catatan (4):

Dalam Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni, maksud "orang yang lebih baik dan lebih bagus" adalah para malaikat yang mulia, karena jawaban malaikat tertentu lebih utama daripada jawaban manusia yang awam.


HADITS KE 5

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِاللهِ مَنْ بَدَأَهُمْ بِالسَّلَامِ

*Inna aulan-nāsi billāhi man bada'ahum bis-salām.*

"Sesungguhnya manusia yang lebih berhak atas (kesejahteraan) Allah adalah orang yang mengawali salam kepada mereka".


HADITS KE 6

رَأْسُ التَّوَاضُعِ الْاِبْتِدَاءُ بِالسَّلَامِ

*Ra'sut-tawādhu'il-ibtidā'u bis-salām.*

"Pokok dari sifat tawadlu' adalah mengawali dengan ucapan salam".


HADITS KE 7

إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ أَقْرَبُهُمَا إِلَى اللهِ تَعَالٰى مَنْ بَدَأَ بِالسَّلَامِ

*Idzaltaqal-muslimāni aqrabuhumā ilallāhi ta'ālā man bada'a bis-salām.*

"Tatkala 2 orang muslim bertemu, maka yang paling dekat dari keduanya kepada Allah yang Maha Luhur adalah orang yang memulai ucapan salam".


HADITS KE 8

إِذَا دَخَلْتُمْ فِي مَجْلِسٍ فَسَلِّمُوْا وَإِذَا خَرَجْتُمْ فَسَلِّمُوْا

*Idzā dakhaltum fī majlisin fasallimū wa idzā kharajtum fasallimū.*

"Tatkala kalian masuk dalam suatu majlis maka ucapkanlah salam, tatkala kalian keluar maka ucapkanlah salam".


HADITS KE 9

أَبْخَلُ النَّاسِ مَنْ بَخِلَ بِالسَّلَامِ

*Abkhalun-nāsi man bakhila bis-salām.*

"Manusia yang paling kikir adalah orang yang kikir dengan ucapan salam".


HADITS KE 10

السَّلَامُ تَحِيَّةٌ لِمِلَّتِنَا وَأَمَانٌ لِذِمَّتِنَا

*As-salāmu tahiyyatun limillatinā wa amānun lidzimmatinā.*

"Ucapan salam adalah penghormatan bagi agama kita dan keamanan (perlindungan) bagi kehormatan kita".


HADITS KE 11

وَإِذَا حُيِّيْتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوْا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوْهَا

*Wa idzā huyyītum bitahiyyatin fahayyū bi'ahsana minhā au ruddūhā.*

"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). (Surat An-Nisa' ayat 86)".

Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 18 : Keutamaan salam Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"