Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 15 : Keutamaan Ibadah Sunah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 15 : Keutamaan Ibadah Sunah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 15 : Keutamaan Ibadah Sunah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi 

Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.

Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits

Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 15 : Keutamaan Ibadah Sunah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

HADITS KE 1

مَنْ صَلَّى فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

*Man shallā fil-yaumi wal-lailati tsnatā 'asyrata rak'atan tathawwu'an banallāhu lahu baitan fil-jannah.*

"Barang siapa mengerjakan sholat sunnah di dalam sehari dan semalam sebanyak 12 rokaat maka Allah akan mendirikan baginya rumah di dalam surga".


HADITS KE 2

مَنْ صَلَّى قَبْلَ الْفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ وَقَبْلَ الظُّهْرِ أَرْبَعًا وَبَعْدَهَا أَرْبَعًا وَأَرْبَعًا قَبْلَ الْعَصْرِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

*Man shallā qablal-fajri rak'ataini wa qablazh-zhuhri arba'an wa ba'dahā arba'an wa arba'an qablal-'ashri dakhalal-jannah.*

"Barang siapa mengerjakan sholat (sunnah) sebelum fajar (qobliyah subuh) sebanyak 2 rokaat, sebelum dhuhur sebanyak 4 rokaat dan sesudahnya sebanyak 4 rokaat, dan sebanyak 4 rokaat sebelum ashar, maka dia masuk surga".


HADITS KE 3

مَنْ صَلَّى قَبْلَ الظُّهْرِ أَرْبَعًا كَانَ كَعَدْلِ رَقَبَةٍ مِنْ بَنِيْ إِسْمَاعِيْلَ

*Man shallā qablazh-zhuhri arba'an kāna ka'adli raqabatin min banī Ismā'īl.*

"Barang siapa mengerjakan sholat (sunnah) sebelum dhuhur sebanyak 4 rokaat maka dia seperti budak yang adil dari Bani Ismail (keturunan Nabi Ismail)".


HADITS KE 4

مَنْ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ فِي خَلاَءٍ لَا يَرَاهُ إِلَّا اللهُ وَالْمَلَائِكَةُ كُتِبَ لَهُ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ

*Man shallā rak'ataini fī khalā'in lā yarāhu illallāhu wal-malā'ikatu kutiba lahu barā'atun minan-nār.*

"Barang siapa mengerjakan sholat (sunnah) sebanyak 2 rokaat di tempat sepi di mana tidak ada yang melihatnya kecuali Allah dan para malaikat, maka dicatat baginya bebas dari neraka".


HADITS KE 5

مَا مِنْ عَبْدٍ يُصَلِّي فِيْ بَيْتٍ مُظْلِمٍ بِرُكُوْعٍ تَامٍّ وَسُجُوْدٍ تَامٍّ إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ بِلَا حِسَابٍ

*Mā min 'abdin yushallī fī baitin muzhlimin birukū'in tāmmin wa sujūdin tāmmin illā wajabat lahul-jannatu bilā hisāb.*

"Tidaklah seorang hamba yang mengerjakan sholat (sunnah) di dalam rumah yang gelap dengan ruku' yang sempurna dan sujud yang sempurna kecuali wajib baginya surga tanpa hisab".


HADITS KE 6

مَنْ صَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ بِحَيْثُ لَا تَرَاهُ النَّاسُ فَقَدْ بَرِئَ مِنَ النِّفَاقِ وَالْكُفْرِ وَالْبِدْعَةِ وَالضَّلَالَةِ

*Man shallā arba'a raka'ātin bihaitsu lā tarāhun-nāsu faqad bari'a minan-nifāqi wal-kufri wal-bid'ati wadh-dhalālah.*

"Barang siapa mengerjakan sholat (sunnah) sebanyak 4 rokaat sekiranya manusia tidak mengetahuinya, maka dia benar-benar telah bebas dari nifaq (sifat munafiq), kufur (sifat kafir), bid'ah, dan sesat".


HADITS KE 7

مَنْ صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا حَرَّمَهُ اللهُ عَلَى النَّارِ

*Man shallā qablal-'ashri arba'an harramahullāhu 'alan-nār.*

"Barang siapa mengerjakan sholat (sunnah) sebelum ashar sebanyak 4 rokaat, maka Allah mengharamkannya atas neraka".


HADITS KE 8

مَنْ صَلَّى بَعْدَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَتَكَلَّمَ كُتِبَتَا فِيْ عِلِّيِّيْنَ

*Man shallā ba'dal-maghribi rak'ataini qabla an yatakallama kutibatā fī 'illiyyīn.*

"Barang siapa mengerjakan sholat (sunnah) sesudah maghrib sebanyak 2 rokaat sebelum dia berbicara, maka dicatatlah keduanya (pahala kedua rokaat itu) di dalam illiyin (1)".

Catatan (1):

Dalam Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni, Illiyyin adalah buku catatan amal kebaikan, tempat di mana tercatatnya amal-amal orang-orang sholeh yang memberatkan diri dalam beramal baik.


HADITS KE 9

مَنْ صَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ بَعْدَ الْعِشَاءِ قَبْلَ أَنْ يَتَكَلَّمَ فَكَأَنَّمَا أَدْرَكَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

*Man shallā arba'a raka'ātin ba'dal-'isyā'i qabla an yatakallama faka'annamā adraka lailatal-qadri fil-masjidil-harām.*

"Barang siapa mengerjakan sholat (sunnah) sebanyak 4 rokaat sesudah isya' sebelum dia berbicara maka seolah-olah dia mendapati malam Lailatul Qodar di dalam Masjidil Haram".


HADITS KE 10

مَنْ صَلَّى الضُّحٰى ثِنْتَيْ عَشَرَةَ رَكْعَةً إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا كَتَبَ اللهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ وَبَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَغَفَرَ اللهُ لَهُ ذُنُوْبَهُ كُلَّهَا

*Man shalladh-dhuhā tsnatā 'asyrata rak'atan īmānan wahtisāban kataballāhu lahu alfa alfi hasanatin wa mahā 'anhu alfa alfi sayyi'atin wa rafa'a lahu alfa alfi darajatin wa banallāhu lahu baitan fil-jannati wa ghafarallāhu lahu dzunūbahu kullahā.*

"Barang siapa mengerjakan sholat dhuha sebanyak 12 rokaat karena iman dan mengharap ridlo Allah, maka Allah mencatat baginya sejuta kebaikan, menghapus darinya sejuta keburukan, mengangkat baginya sejuta derajat, Allah mendirikan baginya rumah di dalam surga, dan Allah mengampuni baginya semua dosa-dosanya".

Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 15 : Keutamaan Ibadah Sunah Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"