Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 14 : Keutamaan Ibadah Fardhu Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 14 : Keutamaan Ibadah Fardhu Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 14 : Keutamaan Ibadah Fardhu Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi 

Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.

Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits

Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 14 : Keutamaan Ibadah Fardhu Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya


HADITS KE 1

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامُ الصَّلَاةِ، وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ، وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ

*Buniyal-Islāmu 'alā khamsin: syahādatu an lā ilāha illallāhu wa anna Muhammadan rasūlullāh, wa iqāmush-shalāti, wa ītā'uz-zakāti, wa hajjul-baiti wa shaumu Ramadhān.*

"Islam didirikan atas 5 perkara, yaitu bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, menunaikan haji di Baitullah, dan berpuasa di Bulan Ramadhan".


HADITS KE 2

صَلُّوْا خَمْسَكُمْ وَزَكُّوْا أَمْوَالَكُمْ وَصُوْمُوْا شَهْرَكُمْ وَحَجُّوْا بَيْتَ رَبِّكُمْ تَدْخُلُوْا جَنَّةَ رَبِّكُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

*Shallū khamsakum wa zakkū amwālakum wa shūmū syahrakum wa hajjū baita rabbikum tadkhulū jannata rabbikum bighairi hisāb.*

"Kerjakanlah sholat 5 waktu kalian, keluarkan zakat dari harta kalian, berpuasalah di bulan kalian (Ramadhan), dan tunaikanlah haji di rumah Tuhan kalian, niscaya kalian akan masuk surga Tuhan kalian tanpa dihisab (diperhitungkan amalnya)".


HADITS KE 3

الصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّيْنِ، فَمَنْ أَقَامَهَا فَقَدْ أَقَامَ الدِّيْنَ وَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدِّيْنَ

*Ash-shalātu 'imādud-dīn, faman aqāmahā faqad aqāmad-dīna wa man tarakahā faqad hadamad-dīn.*

"Sholat adalah tiang agama (Islam). Barang siapa mendirikan sholat maka dia benar-benar telah mendirikan agama, dan barang siapa yang meninggalkan sholat maka dia telah benar-benar menghancurkan agama".


HADITS KE 4

اَلْمَرْأَةُ إِذَا صَلَّتْ خَمْسَهَا وَزَكَّتْ مَالَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَجَّتْ بَيْتَ رَبِّهَا وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا وَأَحْصَنَتْ فَرْجَهَا تَدْخُلُ جَنَّةَ رَبِّهَا مِنْ أَيِّ بَابٍ شَاءَتْ

*Al-mar'atu idzā shallat khamsahā wa zakkat mālahā wa shāmat syahrahā wa hajjat baita rabbihā wa athā'at ba'lahā wa ahshanat farjahā tadkhulu jannata rabbihā min ayyi bābin syā'at.*

"Seorang wanita tatkala dia mau mengerjakan sholat pada 5 waktunya, mengeluarkan zakat hartanya, berpuasa di bulannya (Ramadhan), menunaikan haji di rumah Tuhannya, menaati suaminya, dan menjaga farjinya (kemaluannya), niscaya dia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia kehendaki".


HADITS KE 5

لِكُلِّ شَيْءٍ عَلَمٌ وَعلَمُ الْإِيْمَانِ الصَّلَاةُ

*Likulli syai'in 'alamun wa 'alamul-īmānish-shalāh.*

"Setiap sesuatu memiliki bendera dan bendera keimanan adalah sholat".


HADITS KE 6

اِتَّقُوْا اللهَ فِي الصَّلَاةِ، اِتَّقُوْا اللهَ فِي الصَّلَاةِ، اِتَّقُوْا اللهَ فِي الصَّلَاةِ، اِتَّقُوْا اللهَ فِيْمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ، اِتَّقُوْا اللهَ فِي الضَّعِيْفَيْنِ الْمَرْأَةِ الْأَرْمَلَةِ وَالصَّبِيِّ الْيَتِيْمِ

*Ittaqullāha fish-shalāh, ittaqullāha fish-shalāh, ittaqullāha fish-shalāh, ittaqullāha fīmā malakat aimānukum, ittaqullāha fidh-dha'īfainil-mar'atil-armalati wash-shabiyyil-yatīm.*

"Takutlah kalian kepada Allah di dalam (hal mengenai) sholat, takutlah kalian kepada Allah di dalam sholat, takutlah kalian kepada Allah di dalam sholat, takutlah kalian kepada Allah di dalam apa yang kalian miliki (1), takutlah kalian di dalam 2 orang dhu'afa (2 orang lemah) yaitu wanita janda dan anak yatim".

Catatan (1):

Dalam keterangan Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni, apa yang dimiliki bisa berhubungan sesama manusia, berhubungan dengan hak-hak hewan, dan lain sebagainya.


HADITS KE 7

صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِيْ أُصَلِّى

*Shallū kamā ra'aitumūnī ushallī.*

"Sholatlah kalian seperti kalian melihatku sholat".


HADITS KE 8

مَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ مُتَعَمِّدًا فَقَدْ كَفَرَ جِهَاراً

*Man tarakash-shalāta muta'ammidan faqad kafara jihārā.*

"Barang siapa meninggalkan sholat maka dia benar-benar telah kafir secara terang-terangan (2)".

Catatan (2):

Dalam Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni dijelaskan bahwa maksud kafir di sini bukan berarti kafir dalam mengingkari adanya Allah SWT, tetapi wajib baginya siksa atau seolah dia mendekati kekufuran karena sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat karena ingkar adalah kufur secara hakekatnya bukan secara syariatnya.


HADITS KE 9

اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَزِيَادَةُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ

*Ash-shalawātul-khamsu kaffāratun limā bainahunna majtunibatil-kabā'ir, wal-jumu'atu ilal-jumu'ati kaffāratun limā bainahumā wa ziyādatu tsalātsati ayyām.*

"Sholat 5 waktu adalah pelebur dosa di antaranya (di antara sholat satu dengan sholat lainnya) selagi dosa-dosa besar dijauhi, sholat Jum'at satu dengan sholat Jum'at lainnya adalah pelebur dosa di antaranya dan ditambah 3 hari".


HADITS KE 10

مَنْ جَمَعَ بَيْنَ الصَّلَاتَيْنِ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ فَقَدْ أَتَى بَابًا مِنْ أَبْوَابِ الْكَبَائِرِ

*Man jama'a bainash-shalātaini min ghairi 'udzrin faqad atā bāban min abwābil-kabā'ir.*

"Barang siapa yang menjama' (mengumpulkan) antara 2 sholat tanpa udzur maka dia benar-benar telah mendatangi satu pintu dari pintu-pintu dosa besar".

Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 14 : Keutamaan Ibadah Fardhu Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"