Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 12 : Keutamaan bersurban Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 12 : Keutamaan bersurban Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 12 : Keutamaan bersurban Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi 

Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.

Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits

Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 12 : Keutamaan bersurban Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

HADITS KE 1

اَلْعَمَائِمُ تِيْجَانُ الْعَرَبِ فَإِذَا وَضَعُوا الْعَمَائِمَ وَضَعُوْا عِزَّهُمْ

*Al-'amā'imu tījānul-'Arabi fa idzā wadha'ul-'amā'ima wadha'ū 'izzahum.*

"Surban adalah mahkota orang Arab, kemudian tatkala mereka meletakkan (mengenakan) surban maka kamu pun meletakkan (mengenakan) kemuliaan mereka".


HADITS KE 2

تَعَمَّمُوْا فَإِنَّ الْمَلائِكَةَ تَعَمَّمَتْ

*Ta'ammamū fa innal-malā'ikata ta'ammamat.*

"Bersurbanlah kamu sekalian karena sesungguhnya para malaikat itu bersurban".


HADITS KE 3

إِنَّ اللهَ تَعَالٰى وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى أَصْحَابِ الْعَمَائِمِ يَوْمَ الْجُمْعَةِ

*Innallāha ta'ālā wa malā'ikatahu yushallūna 'alā ashhābil-'amā'imi yaumal-jumu'ah.*

"Sesungguhnya Allah yang Maha Luhur dan para malaikat-Nya memberikan rohmat kepada orang-orang yang mengenakan surban di hari Jum'at".


HADITS KE 4

فَرْقُ مَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْمُشْرِكِيْنَ الْعَمَائِمُ عَلَى الْقَلاَنِسِ

*Farqu mā bainanā wa bainal-musyrikīnal-'amā'im 'alal-qalānis.*

"Perbedaan antara kita dan orang-orang musyrik adalah surban di atas peci (1)".

Catatan (1):

Hadist ini bukan berarti bahwa mengenakan peci termasuk mengikuti gaya orang musyrik, karena mengenakan peci dan surban juga adalah gaya kaum muslimin. Hadist ini dilatarbelakangi budaya kaum musyrikin dan kaum kafir Quraisy di Arab pada zaman dahulu adalah hanya mengenakan peci saja, sehingga surban membedakan antara kaum muslimin dan kaum musyrikin. Tetapi, setelah berlalunya waktu, saat ini kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia juga hanya mengenakan peci meskipun tanpa surban, hal ini juga tergantung budaya dan adat di beberapa daerah dan negara seperti di Indonesia. Sekali lagi, peci bukanlah larangan dan juga bukan gaya kaum musyrik, khususnya di Indonesia peci merupakan ciri khas kaum muslimin Indonesia.


HADITS KE 5

صَلَّتِ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى الْمُتَعَمِّمِيْنَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ

*Shallatil-malā'ikatu 'alal-muta'ammimīna yaumal-jumu'ah.*

"Para malaikat mendoakan rohmat kepada orang-orang yang memakai surban di hari Jum'at".


HADITS KE 6

رَكْعَتَانِ بِعَمَامةٍ خَيْرٌ مِنْ سَبْعِيْنَ رَكْعَةً بِلاَ عَمَامَةٍ

*Rak'atāni bi'amāmatin khairun min sab'īna rak'atan bilā 'amāmah.*

"2 rokaat sholat dengan mengenakan surban lebih baik daripada 70 rokaat tanpa surban".


HADITS KE 7

تَعَمَّمُوْا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لَا تَتَعَمَّمُ

*Ta'ammamū fa innasy-syayāthīna lā tata'ammam.*

"Bersurbanlah kamu sekalian karena syetan tidak mengenakan surban".


HADITS KE 8

اَلْعَمَائِمُ سِيْمَا الْمَلَائِكَةِ فَأَرْسِلُوْهَا خَلْفَ ظُهُوْرِكُمْ

*Al-'amā'imu sīmal-malā'ikati fa arsilūhā khalfa zhuhūrikum.*

"Surban adalah pertanda dari malaikat, maka julurkanlah surban itu di belakang punggungmu".


HADITS KE 9

تَسَوَّمُوْا فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ قَدْ تَسَوَّمَتْ

*Tasawwamū fa innal-malā'ikata qad tasawwamat.*

"Buatlah pertanda kamu sekalian karena sesungguhnya malaikat juga membuat pertanda (2)".

Catatan (2):

Buatlah pertanda dengan mengenakan surban karena malaikat juga mengenakan surban.


HADITS KE 10

نُهِىَ عَنِ الْاِقْتِعَاطِ وَأُمِرَ بِالتَّلَحِّي

*Nuhiya 'anil-iqti'āthi wa umira bit-talahhī.*

"Dilarang iqti'ath dan diperintahkan dengan talahhi (3)".

Catatan (3):

Iqti'ath adalah bersurban dengan melingkarkannya di bawah langit-langit mulut (di bawah janggut).

Talahhi adalah bersurban dengan mengalungkan di bawah langit-langit mulut (di bawah janggut).

Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 12 : Keutamaan bersurban Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"