Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 11 : Keutamaah Masjid-Masjid Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi
Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.
Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits
Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke-11: Keutamaan Masjid-Masjid Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya
اَلْمَسْجِدُ بَيْتُ كُلِّ مُؤْمِنٍ
Al-masjidu baitu kulli mu'min.
"Masjid adalah rumah bagi setiap orang mukmin."
ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻢُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﻣُﻼَﺯِﻡَ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﻓَﺎﺷْﻬَﺪُﻭْﺍ ﻟَﻪُ ﺑِﺎْﻹِﻳْﻤَﺎﻥِ
Idzā ra'aitumur-rajula mulāzimal-masjidi fasyhadū lahu bil-īmān.
"Ketika kamu sekalian melihat seseorang yang melanggengkan masjid, maka bersaksilah baginya dengan iman (bahwa dia termasuk orang yang beriman)."
ﻣَﻦْ ﺗَﻜَﻠَّﻢَ ﺑِﻜَﻼَﻡِ الدُّﻧْﻴَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﺃَﺣْﺒَﻂَ اللهُ ﻋَﻤَﻠَﻪُ اَرْﺑَﻌِﻴْﻦَ ﺳَﻨَﺔً
Man takallama bikalāmid-dun-yā fil-masjidi ahbathallāhu 'amalahu arba'īna sanah.
"Barang siapa berbicara dengan perbicaraan dunia di dalam masjid, maka Allah menghapus amalnya selama 40 tahun."
إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ يَتَكَرَّهُوْنَ مِنَ الْمُتَكلِّمِيْنَ فِي الْمَسْجِدِ بِكَلاَمِ اللَّغْوِ وَالْجَوْرِ
Innal-malā'ikata yatakarrahūna minal-mutakallimīna fil-masjidi bikalamil-laghwi wal-jaur.
"Sesungguhnya malaikat membenci orang-orang yang berbicara di dalam masjid dengan pembicaraan sia-sia dan dusta (1)."
Catatan (1): Pembicaraan "jaur" adalah pembicaraan yang condong jauh dari kebenaran.
شَّرُّ الْبِقَاعِ أَسْوَاقُهَا وَخَيْرُ الْبِقَاعِ مَسَاجِدُهَا
Syarrol-biqā'i aswāquhā wa khairul-biqā'i masājiduha.
"Seburuk-buruk tempat adalah pasar-pasarnya dan sebaik-baik tempat adalah masjid-masjidnya."
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
Idzā dakhala ahadukumul-masjida falā yajlis hattā yushalliya rak'atain.
"Ketika salah satu di antara kamu sekalian memasuki masjid, maka janganlah duduk sehingga dia melaksanakan sholat 2 rokaat (sholat sunnah tahiyyatul masjid)."
اِرْتَفَعَتِ الْمَسَاجِدُ شَاكِيَةً مِنْ أَهْلِهَا الَّذِيْنَ يَتكَلَّمُوْنَ فِيْهَا بِكَلَامِ الدُّنْيَا فَتَسْتَقْبِلُهَا الْمَلَائِكَةُ فَتَقُوْلُ ارْجِعِيْ فَقَدْ بُعِثْنَا بِهَلاَكِهِمْ
Irtafa'atil-masājidu syākiyatan min ahlihal-ladzīna yatakallamūna fīhā bikalamid-dun-yā fatastaqbiluhal-malā'ikatu fataqūlu irji'ī faqad bu'itsnā bihalākihim.
"Masjid-masjid naik seraya mengadukan penghuninya, yaitu orang-orang yang berbicara dengan pembicaraan dunia di dalam masjid, kemudian malaikat menyambutnya seraya berkata, 'kembalilah karena kami telah benar-benar diutus dengan kehancuran mereka'."
مَنْ أَسْرَجَ سِرَاجًا فِي الْمَسْجِدِ بِقَدْرِ مَا يَدُوْرُ فِي الْعَيْنِ لَمْ تَزَلِ الْمَلاَئِكَةُ تَسْتَغْفِرُ لَهُ مَا دَامَ ذَلِكَ الضَّوْءُ فِي الْمَسْجِدِ
Man asraja sirājan fil-masjidi biqadri mā yadūru fil-'aini lam tazalil-malā'ikatu tastaghfiru lahu mā dāma dzālikadh-dhau'u fil-masjid.
"Barang siapa yang menyalakan lampu di dalam masjid sekiranya meliputi pandangan mata, maka tidak henti-hentinya malaikat memohonkan ampun kepadanya selama cahaya itu tetap (bersinar) di dalam masjid."
مَنْ بَسَطَ حَصِيْرًا فِي الْمَسْجِدِ لَمْ تَزَلِ الْمَلاَئِكَةُ تَسْتَغْفِرُ لَهُ مَا دَامَ ذٰلِكَ الْحَصِيْرُ فِي الْمَسْجِدِ
Man basatha hashīran fil-masjidi lam tazalil-malā'ikatu tastaghfiru lahu mā dāma dzālikal-hashīru fil-masjid.
"Barang siapa membeberkan tikar di dalam masjid, maka tidak henti-hentinya malaikat memohonkan ampun kepadanya selama tikar itu masih di dalam masjid."
مَنْ أَخْرَجَ قَذَرَةً مِنَ الْمَسْجِدِ بِقَدْرِ مَا يَدُوْرُ فِي الْعَيْنِ أَخْرَجَهُ اللهُ تَعَالٰى مِنْ أَعْظَمِ ذُنُوْبِهِ
Man akhraja qadzratan minal-masjidi biqadri mā yadūru fil-'aini akhrajahullāhu ta'ālā min a'zhzhami dzunūbih.
"Barang siapa mengeluarkan kotoran (2) dari masjid sekiranya meliputi pandangan mata, maka Allah yang Maha Luhur akan mengeluarkan sebesar-besar dosanya."
Catatan (2): Dalam Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni, kotoran itu bisa berupa kotoran yang najis seperti kotoran hewan dan sebagainya, maupun kotoran yang suci seperti sampah dan debu-debu.
لَا تَجْعَلُوْا مَسَاجِدَكُمْ كَالطُّرُقِ
Lā taj'alū masājidakum kath-thuruq.
"Janganlah kamu sekalian menjadikan masjid-masjidmu seperti jalan-jalan."
Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab ke - 11 : Keutamaah Masjid-Masjid Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"