Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 38 : Keutamaan Mengingat Kubur dan Ihwalnya Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 38: Keutamaan Mengingat Kubur dan Ihwalnya
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 38: Keutamaan Mengingat Kubur dan Ihwalnya — Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi

Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.

Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits

Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 38: Keutamaan Mengingat Kubur dan Ihwalnya Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

HADITS KE 1

القَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّارِ

Al-qabru raudhatun min riyādhil-jannati au hufratun min hufarin-nār.

"Kubur adalah taman dari taman surga atau liang dari liang neraka."

HADITS KE 2

الْمُؤْمِنُ فِيْ قَبْرِهِ فِيْ رَوْضَةٍ خَضْرَاءَ وَيُوَسَّعُ لَهُ قَبْرُهُ سَبْعِيْنَ ذِرَاعًا وَيُضِيْءُ حَتَّى يَكُوْنَ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ

Al-mu'minu fī qabrihi fī raudhatin khadhrā'a wa yuwassa'u lahu qabruhu sab'īna dzirā'an wa yudhī'u hattā yakūna kal-qamari lailatal-badr.

"Orang mukmin di dalam kuburnya berada dalam taman yang hijau, diluaskan baginya kuburnya seluas 70 dhiro' (hasta), dan kuburnya bercahaya sehingga seperti bulan di malam purnama."

HADITS KE 3

لَوْ أَنَّ بَنِيْ آدَمَ عَلِمُوْا كَيْفَ عَذَابُ الْقَبْرِ مَا نَفَعَهُمُ الْعَيْشُ فِي الدُّنْيَا فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ الْكَرِيْمِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ الْوَخِيْمِ

Lau anna banī Ādama 'alimū kaifa 'adzābul-qabri mā nafa'ahumul-'aisyu fid-dun-yā fata'awwadzū billāhil-karīmi min 'adzābil-qabril-wakhīm.

"Jika saja Bani Adam (manusia) mengetahui tentang bagaimana siksa kubur, maka tidaklah memberi manfaat bagi mereka. Kemudian mereka memohon perlindungan kepada Allah yang Maha Mulia dari siksa kubur yang berat."

HADITS KE 4

مَا مِنْ عَبْدٍ يَمُرُّ بِقَبْرِ رَجُلٍ كَانَ يَعْرِفُهُ فِي الدُّنْيَا فَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِلَّا عَرَفَهُ وَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ

Mā min 'abdin yamurru biqabri rajulin kāna ya'rifuhu fid-dun-yā fayusallimu 'alaihi illā 'arafahu wa radda 'alaihis-salām.

"Tidaklah seorang hamba melewati kubur seseorang yang mana dia mengenalnya di dunia, kemudian dia mengucapkan salam kepadanya kecuali dia (ahli kubur) mengetahuinya dan menjawab salam kepadanya."

HADITS KE 5

مَا مِنْ مُسْلِمٍ مَرَّ بِقَبْرٍ مِنْ مَقَابِرِ الْمُسْلِمِيْنَ إِلَّا قَالَ لَهُ أَهْلُ الْقُبُوْرِ يَا غَافِلُ لَوْ عَلِمْتَ مَا نَعْلَمُ لَذَابَ لَحْمُكَ عَلَى جَسَدِكَ وَدَمُكَ عَلَى بَدَنِكَ

Mā min muslimin marra biqabrin min maqābiril-muslimīna illā qāla lahu ahlul-qubūri yā ghāfilu lau 'alimta mā na'lamu ladzāba lahmuka 'alā jasadika wa damuka 'alā badanik.

"Tidaklah seorang muslim melewati kuburan kaum muslimin kecuali ahli kubur berkata kepadanya, 'Wahai orang yang lupa, jika kamu mengetahui apa yang kita ketahui niscaya hancur tulangmu di atas jasadmu dan darahmu di atas badanmu'."

HADITS KE 6

إنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا وُضِعَ فِي الْقَبْرِ وَأُقْعِدَ وَقَالَ أَهْلُهُ وَأَقْرِبَاؤُهُ وأَحِبَّاؤُهُ وَأَبْنَاؤُهُ وَاسَيِّدَاهُ وَاشَرِيْفَاهُ وَاأَمِيْرَاهُ قَالَ لَهُ الْمَلَكُ اسْمَعْ مَا يَقُوْلُوْنَ أَنْتَ كُنْتَ سَيِّدًا وَأَنْتَ شَرِيْفًا وَأَنْتَ أَمِيْرًا قَالَ الْمَيِّتُ يَا لَيْتَهُمْ لَمْ يَكُوْنُوْا فَيَضْغَطُهُ ضَغْطَةً تَخْتَلِفُ بِهَا أَضْلَاعُهُ

Innal-'abdal-mu'mina idzā wudhi'a fil-qabri wa uq'ida wa qāla ahluhu wa aqribā'uhu wa ahibbā'uhu wa abnā'uhu wasayyidāhu wasyarīfāhu wa amīrāhu qāla lahul-malaku isma' mā yaqūlūna anta kunta sayyidan wa anta syarīfan wa anta amīrā, qālal-mayyitu yā laitahum lam yakūnū fayadhghathuhu dhaghthatan takhtalifu bihā adhlā'uh.

"Sesungguhnya seorang hamba yang mukmin ketika dia diletakkan dan didudukkan (dibaringkan) di dalam kubur dan berkatalah keluarga, kerabat-kerabat, kekasih-kekasih, dan anak-anaknya, 'Aduhai tuanku, aduhai orang muliaku, dan aduhai pemimpinku (1)', maka malaikat berkata kepadanya, 'Dengarlah apa yang mereka katakan, kamu adalah tuan, kamu adalah orang mulia, dan kamu adalah pemimpin'. Berkatalah si mayit, 'Andai saja mereka tidak ada', kemudian dihimpitlah dengan sekali himpitan, maka terpisah-pisah tulang-tulang iganya karena himpitan itu."

Catatan (1): Ini adalah jenis kata-kata yang menunjukkan kesedihan dan keprihatinan seseorang.

HADITS KE 7

قَالَ اللهُ تَعَالٰى يَا عِيْسٰى كَمْ مِنْ وَجْهٍ صَبِيْحٍ وَبَدَنٍ صَحِيْحٍ وَلِسَانٍ فَصِيْحٍ غَدًا بَيْنَ أَطْبَاقِ النِّيْرَانِ يَصِيْحُ

Qālallāhu ta'ālā yā 'Īsā kam min wajhin shabīḥin wa badanin shahīḥin wa lisānin fashīḥin ghadan baina athbāqin-nīrāni yashīḥ.

"Allah yang Maha Luhur berfirman kepada Nabi Isa, 'Banyak wajah yang berseri, badan yang sehat, dan lisan yang fasih kelak di antara tingkatan neraka sembari menjerit'."

HADITS KE 8

القَبْرُ أَوَّلُ مَنْزِلٍ مِنْ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ وَاٰخِرُ مَنْزِلٍ مِنْ مَنَازِلِ الدُّنْيَا

Al-qabru awwalu manzilin min manāzilil-ākhirati wa ākhiru manzilin min manāzilid-dun-yā.

"Kubur adalah tempat awal dari tempat-tempat akhirat dan tempat akhir dari tempat-tempat dunia."

HADITS KE 9

القَبْرُ مَنْزِلٌ لَا بُدَّ فِيْهِ مِنَ النُّزُوْلِ

Al-qabru manzilun lā budda fīhi minan-nuzūl.

"Kubur adalah tempat yang harus disinggahi di dalamnya."

HADITS KE 10

إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ يُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Idzā māta ahadukum 'uridha 'alaihi maq'aduhu bil-ghadāti wal-'asyiyyi in kāna min ahlil-jannati famin ahlil-jannati wa in kāna min ahlil-nāri famin ahlil-nāri yuqālu hādzā maq'duka hattā yab'atsakallāhu ilaihi yaumal-qiyāmah.

"Tatkala salah satu dari kalian meninggal dunia, maka ditampakkan baginya tempatnya di waktu pagi dan sore. Jika dia termasuk golongan ahli surga maka termasuk golongan ahli surga, dan jika dia termasuk golongan ahli neraka maka termasuk golongan ahli neraka. Dikatakan (baginya), 'Ini adalah tempatmu sehingga Allah membangkitkanmu kepada-Nya di hari kiamat'."

Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 38 : Keutamaan Mengingat Kubur dan Ihwalnya Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"