Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 35 : Keutamaan Menyedikitkan Tertawa Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 35: Keutamaan Menyedikitkan Tertawa
Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 35: Keutamaan Menyedikitkan Tertawa — Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

Mengenal Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi

Kitab Lubabul Hadits adalah salah satu kitab hadis legendaris yang disusun oleh ulama besar mazhab Syafi'i, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Kitab klasik ini merangkum sari pati hadis-hadis pilihan yang berfokus pada panduan praktis ibadah, akhlak mulia, dan spiritual harian. Keunikan utama dari kitab ini adalah penyajiannya yang ringkas tanpa menyertakan rangkaian sanad (periwayat) yang panjang, sehingga memudahkan umat Islam dan penuntut ilmu awam untuk langsung memahami inti pesan setiap hadis.

Struktur Isi dan Daftar Bab Ringkas Lubabul Hadits

Secara struktur, isi Kitab Lubabul Hadits terbagi secara sistematis ke dalam 40 bab yang masing-masing memuat tepat 10 hadis, dengan total keseluruhan 400 hadis. Topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Pembahasan di dalamnya dimulai dari bab keutamaan ilmu dan ulama, fadhilah bersuci (thaharah), salat, sedekah, hingga ditutup dengan bab bertema pengingat kematian serta kedahsyatan hari kiamat.

Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 35: Keutamaan Menyedikitkan Tertawa Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya

HADITS KE 1

كَثْرَةُ الضَّحْكِ تُمِيْتُ الْقَلْبَ

Katsratudh-dhahki tumītul-qalb.

"Banyaknya tertawa bisa mematikan hati (1)."

Catatan (1): Dalam Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni, tertawa bisa menyebabkan kebencian dan permusuhan dalam hal tertentu, tertawa juga bisa mengurangi karisma dan kewibawaan seseorang, dan tertawa bisa menunjukkan seseorang melupakan akhiratnya.

HADITS KE 2

الضَّحْكُ فِي الْمَسْجِدِ ظُلْمَةٌ فِي الْقَبْرِ

Adh-dhahku fil-masjidi zhulmatun fil-qabr.

"Tertawa di dalam masjid adalah kegelapan di dalam kubur."

HADITS KE 3

مَنْ ضَحِكَ قَهْقَهَةً فَقَدْ نَسِيَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ

Man dhahika qahqahatan faqad nasiya bāban minal-'ilm.

"Barang siapa tertawa terbahak-bahak, maka dia telah benar-benar lupa satu bab dari ilmu."

HADITS KE 4

مَنْ ضَحِكَ قَهْقَهَةً فَقَدْ مَجَّ مِنَ الْعَقْلِ مَجَّةً

Man dhahika qahqahatan faqad majja minal-'aqli majjah.

"Barang siapa yang tertawa terbahak-bahak, maka dia benar-benar telah memuntahkan akalnya dalam sekali muntahan."

HADITS KE 5

مَنْ ضَحِكَ كَثِيْرًا فِي الدُّنْيَا بَكَى كَثِيْرًا فِي الْآخِرَةِ

Man dhahika katsīran fid-dun-yā bakā katsīran fil-ākhirah.

"Barang siapa banyak tertawa di dunia, maka dia banyak menangis di akhirat."

HADITS KE 6

مَنْ ضَحِكَ قَهْقَهَةً لَعَنَهُ الْجَبَّارُ وَمَنْ ضَحِكَ كَثِيْرًا اِسْتَحَقَّ بِهِ النَّارُ

Man dhahika qahqahatan la'anahul-jabbāru wa man dhahika katsīran istaḥaqqa bihin-nār.

"Barang siapa tertawa terbahak-bahak, maka Al-Jabbar (Allah yang Maha Perkasa) melaknatinya. Barang siapa banyak tertawa maka neraka berhak atas dia (2)."

Catatan (2): Dalam Kitab Tanqihul Qoul oleh Imam Nawawi Al-Banteni dijelaskan bahwa tertawa terbagi menjadi 2: Pertama, tertawa yang berpahala, yaitu tertawa sambil menutupi gigi dan tersenyum karena bertemu teman. Kedua, tertawa yang dibenci oleh Allah SWT, yaitu tertawa yang menyebabkan seseorang mengeluarkan kata-kata kotor dan bathil, atau mengeluarkan kata-kata kotor dan bathil agar orang lain tertawa.

HADITS KE 7

مَنْ كَثُرَ ضَحْكُهُ كَثُرَ خَطَؤُهُ

Man katsura dhahkuhu katsura khatha'uh.

"Barang siapa banyak tertawanya maka dia banyak kesalahannya."

HADITS KE 8

مَنْ كَثُرَ ضَحْكُهُ يَسْتَخِفُّ بِهِ النَّاسُ

Man katsura dhahkuhu yastakhiffu bihin-nās.

"Barang siapa banyak tertawanya maka orang-orang akan meremehkannya (3)."

Catatan (3): Karena tertawa bisa mengurangi karisma dan kewibawaannya.

HADITS KE 9

مَنْ تَكَلَّمَ بِكَلِمَةٍ حَتَّى يَضْحَكَ بِهَا جُلَسَاءُهُ عَذَّبَهُ اللهُ تَعَالٰى فِي النَّارِ

Man takallama bikalimatin hattā yadhḥaka bihā julasā'uhu 'adzdzabahullāhu ta'ālā fin-nār.

"Barang siapa berbicara dengan sebuah kalimat agar orang-orang yang duduk menertawa karena kalimat itu, maka Allah yang Maha Luhur menyiksanya di neraka."

HADITS KE 10

ضَحْكُ الْأَنْبِيَاءِ تَبَسُّمٌ، وَضَحْكُ الشَّيْطَانِ قَهْقَهَةٌ

Dhahkul-anbiyā'i tabassumun, wa dhahkusy-syaithāni qahqahah.

"Tertawanya para nabi adalah tersenyum dan tertawanya syetan adalah terbahak-bahak."

Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 35 : Keutamaan Menyedikitkan Tertawa Teks Arab Berharakat, Latin, dan Artinya"