Terjemah Kitab Safinatun Najah Bab Shalat Arab Berharakat
| Terjemah Bab Shalat Kitab Matan Safinatun Najah Berharakat Lengkap Artinya |
Kitab Safinatun Najah yang berarti "Perahu Keselamatan" adalah kitab fikih dasar mazhab Syafi'i yang sangat populer di pesantren Indonesia karena bahasanya ringkas dan mudah dipahami pemula. Kitab panduan ibadah praktis ini ditulis oleh Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami, seorang ulama besar, ahli hukum, asal Hadramaut, Yaman, yang berhijrah ke Batavia (Jakarta) dan wafat di sana.
Berikut adalah terjemahan lengkap Bab Shalat Kitab Safinatun Najah Arab berharakat beserta artinya:
BAB SHALAT
FASAL 1 UDZUR SHALAT
أَعْذَارُ الصَّلَاةِ اثْنَانِ: النَّوْمُ وَالنِّسْيَانُ
Udzur shalat:
1. Tidur .
2. Lupa.
FASAL 2 SYARAT SHALAT
شُرُوْطُ الصَّلَاةِ ثَمَانِيَةٌ:
طَهَارَةُ الحَدَثَينِ
وَالطَّهَارَةُ عَنِ النَّجَاسَةِ فِي الثَّوْبِ وَالبَدَنِ وَالمَكَانِ
وَسَتْرُ العَوْرَةِ
وَاسْتِقْبَالُ القِبْلَةِ
وَدُخُوْلُ الوَقْتِ
وَالعِلْمُ بِفَرْضِيَّتِهَا
وَأَنْ لَا يَعْتَقِدَ فَرْضًا مِنْ فُرُوْضِهَا سُنَّةً
وَاجْتِنَابُ المُبْطِلَاتِ.
Syarat Sholat ada 8, yaitu
1. suci dari dua hadats (besar dan kecil),
2. suci dari najis pada pakaian, badan, dan tempat,
3. menutup aurot,
4. menghadap qiblat,
5. masuk waktu,
6. mengetahui fardhu Sholat,
7. tidak meyakini fardhu Sholat sebagai sunnah, dan
8. menjauhi pembatal-pembatalnya.
الأَحْدَاثُ اثْنَانِ: أَصْغَرُ، وَأَكْبَرُ.
فَالأَصْغَرُ: مَا أَوْجَبَ الوُضُوْءَ
وَالأَكْبَرُ: مَا أَوْجَبَ الغُسْلَ
Macam-macam hadats: Hadats ada dua macam, yaitu: Kecil dan Besar.
Hadats kecil adalah hadats yang mewajibkan seseorang untuk berwudhu, sedangkan hadats besar adalah hadats yang mewajibkan seseorang untuk mandi.
العَوْرَاتُ أَرْبَعٌ: عَوْرَةُ الرَّجُلِ مُطْلَقًا وَالأَمَةِ فِي الصَّلَاةِ: مَا بَينَ السُّرَّةِ وَالرُّكْبَةِ.
وَعَوْرَةُ الحُرَّةِ فِي الصَّلَاةِ: جَمِيعُ بَدَنِهَا مَا سِوَى الوَجْهِ وَالكَفَّينِ
وَعَوْرَةُ الحُرَّةِ وَالأَمَةِ عِنْدَ الأَجَانِبِ: جَمِيعُ البَدَنِ
وَعِنْدَ مَحَارِمِهِمَا وَالنِّسَاءِ: مَا بَينَ السُّرَّةِ وَالرُّكْبَةِ
Macam-macam aurat-aurat ada empat macam, yaitu:
1. Aurat semua laki-laki (merdeka atau budak) dan budak perempuan ketika shalat, yaitu antara pusar dan lutut.
2. Aurat perempuan merdeka ketika shalat, yaitu seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan.
3. Aurat perempuan merdeka dan budak terhadap laki-laki yang ajnabi (bukan muhrim), yaitu seluruh badan.
4. Aurat perempuan merdeka dan budak terhadap laki-laki muhrimya dan perempuan, yaitu antara pusar dan lutut.
FASAL 3 RUKUN SHALAT
أَرْكَانُ الصَّلَاةِ سَبْعَةَ عَشَرَ:
الأَوَّلُ: النِّيَّةُ
الثَّانِي: تَكْبِيرَةُ الإِحْرَامِ
الثَّالِثُ: القِيَامُ عَلَى القَادِرِ فِي الفَرْضِ
الرَّابعُ: قِرَاءَةُ الفَاتِحَةِ
الخَامِسُ: الرُّكُوْعُ
السَّادِسُ: الطُّمَأْنِينَةُ فِيهِ
السَّابعُ: الِاعْتِدَالُ
الثَّامِنُ: الطُّمَأْنِينَةُ فِيهِ
التَّاسِعُ: السُّجُوْدُ مَرَّتَينِ
العَاشِرُ: الطُّمَأْنِينَةُ فِيهِ
الحَادِي عَشَرَ: الجُلُوْسُ بَينَ السَّجْدَتَينِ
الثَّانِي عَشَرَ: الطُّمَأْنِينَةُ فِيهِ
الثَّالِثَ عَشَرَ: التَّشَهُّدُ الأَخِيرُ
الرَّابِعَ عَشَرَ: القُعُوْدُ فِيهِ
الخَامِسَ عَشَرَ: الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ فِيهِ
السَّادِسَ عَشَرَ: السَّلَامُ
السَّاِبَعَ عَشَرَ: التَّرْتِيبُ
Rukun shalat ada tujuh belas, yaitu:
1. Niat.
2. Takbiratul ihram (mengucapkan “Allahu Akbar).
3. Berdiri bagi yang mampu.
4. Membaca Al-Fatihah.
5. Ruku' (membungkukkan badan).
6. Thuma'ninah (diam sebentar) waktu ruku'.
7. I'tidal (berdiri setelah ruku').
8. Thuma'ninah (diam sebentar waktu i'tidal).
9. Sujud dua kali.
10. Thuma'ninah (diam sebentar waktu sujud).
11. Duduk di antara dua sujud.
12. Thuma'ninah (diam sebentar ketika duduk).
13. Tasyahud akhir (membaca kalimat-kalimat yang tertentu).
14. Duduk di waktu tasyahud.
15. Shalawat (kepada Nabi).
16. Salam.
17. Tertib (berurutan sesuai urutannya).
FASAL 4 NIAT SHALAT
النِّيَّةُ ثَلَاثُ دَرَجَاتٍ: إنْ كَانَتِ الصَّلَاةُ فَرْضًا: وَجَبَ قَصْدُ الفِعْلِ، وَالتَّعْيِينُ، وَالفَرْضِيَّةُ
وَإِنْ كَانَتْ نَافِلَةً مُؤَقَّتَةً كَرَاتِبَةٍ أَوْ ذَاتِ سَبَبٍ: وَجَبَ قَصْدُ الفِعْلِ وَالتَّعْيِينُ
وَإِنْ كَانَتْ نَافِلَةً مُطْلَقَةً: وَجَبَ قَصْدُ الفِعْلِ فَقَطْ
الفِعْلُ: أُصَلِّي. وَالتَّعْيِينُ: ظُهْرًا أَوْ عَصْرًا. وَالفَرْضِيَّةُ: فَرْضًا
Niat itu ada tiga derajat, yaitu:
1. Jika shalat yang dikerjakan fardhu, diwajibkanlah niat qasdul fi'li (mengerjakan shalat tersebut), ta'yin (nama shalat yang dikerjakan) dan fardhiyah (kefardhuannya).
2. Jika shalat yang dikerjakan sunnah yang mempunyai waktu atau mempunyai sebab, diwajibkanlah niat mengerjakan shalat tersebut dan nama shalat yang dikerjakan seperti sunnah Rawatib (sebelum dan sesudah fardhu).
3. Jika shalat yang dikerjakan sunnah mutlaq (tanpa sebab), diwajibkanlah niat mengerjakan shalat tersebut saja.
Yang dimaksud dengan qasdul fi'li adalah aku beniat sembahyang (menyengajanya), dan yang dimaksud ta'yin adalah seperti Dzuhur atau Ashar, adapun fardhiyah adalah niat fardhu.
Posting Komentar untuk "Terjemah Kitab Safinatun Najah Bab Shalat Arab Berharakat "