Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Arti Nadzhom Al Imrithi Lengkap Semua Bab (part 3)

 Terjemah Arti Nadzhom Al Imrithi Lengkap Semua Bab (part 3)

sebelum membahas terjemah bahasa indonesia matan nadzom al imrithi ada baiknya kita mengulas secara ringkas tentang kitab al imriti yang disusun syeikh  Syarafuddin Yahya bin Badruddin Musa bin Ramadhan bin Umairoh Al-Imrithi

Kitab Nadhom Imrithi (العمريطي) merupakan salah satu kitab ilmu nahwu yang di dalamnya berisi sekitar 254 bait.  Nadhom Imrithi sudah mashur dan banyak dikaji di pondok-pondok pesantren sebagai dasar bagi para santri untuk lebih memahami tentang ilmu nahwu dalam Bahasa Arab.

Kitab Nadhom Imrithi merupakan karya seorang ulama' yang alim dan ikhlas yang bernama Syekh Syarafuddin Yahya bin Badruddin Musa bin Ramadhan bin Umairoh Al-Imrithi yang merupakan ulama' alumni Universitas Al-Azhar Mesir.

Beliau tidak hanya ulama' yang ahli dalam tata bahasa arab, akan tetapi juga ahli dalam bidang fiqih dan ushul fiqih. Nama Al-Imrithi merupakan gelar disandarkan dengan nama desa kelahiran beliau yaitu Desa Amrith - Mesir. Selain Nadhom Imrithi, karya beliau di bidang fiqih dan ushul fiqih misalnya Nihayatut Tadzrib fin Nadzmi Ghoyatut Taqrib, Taisir fi Nadzmit Tahrir, dan Tashilut Turuqot li Nadzmil Waroqot.

Kitab Nadhom Al-Imriethie atau Nazom Imriti adalah matan Kitab Jurumiyyah ; kitab ilmu nahwu yang digubah menjadi bentuk nadhom / natsar / sya’ir serta mengurangi beberapa keterangan dalam Kitab Jurumiyyah yang kurang diperlukan dan menambahi beberapa keterangan yang dianggap cukup penting.

Berikut terjemah arti bahasa indonesia semua bab kitab kitab al Imrithi beserta artinya (part 3)  Bab Kana wa akhwatuha, inna wa akhwatuha, dzanna wa akhwatuha

>> lihat terjemahan sebelumnya part 1   

>> lihat terjemahan sebelumnya part 2

كَانَ وَأَخَوَاتُهَا

Bab Kana dan Saudara-Saudaranya


اِرْفَعْ بِكَانَ الْمُبْتَدَا اسْمًا وَالْخَبَرْ # بِهَا انْصِبَنْ كَكَانَ زَيْدٌ ذَا بَصَرْ

Rofakkanlah mubtada' dengan kana menjadi isim dan (nashobkan) khobar # Nashobkan (khobar) dengan kana, seperti كَانَ زَيْدٌ ذَا بَصَرْ (Zaid adalah orang yang memiliki penglihatan hati)


كَذَاكَ اَضْحَى ظَلَّ بَاتَ اَمْسَى # وَهَكَذَا أَصْبَحَ صَارَ لَيْسَا

Demikian itu juga اَضْحَى (waktu dluha) ظَلَّ (waktu siang) بَاتَ (waktu malam) اَمْسَى (waktu sore) # Demikian ini أَصْبَحَ (waktu pagi) صَارَ (menjadi) لَيْسَ (tidak/bukan).


فَتِئَ وَانْفَكَّ وَزَالَ مَعْ بَرِحْ # اَرْبَعُهَا مِنْ بَعْدِ نَفْيٍ تَتَّضِحْ

فَتِئَ (henti-hentinya) اِنْفَكَّ (henti-hentinya) زَالَ (henti-hentinya) بَرِحَ (henti-hentinya) # Keempatnya itu jatuh setelah huruf nafi sudah menjadi jelas


كَذَاكَ دَامَ بَعْدَ مَا الظَّرْفِـيَّةْ # وَهِيَ الَّتِيْ تَكُوْنُ مَصْدَرِيَّةْ

Demikian pula دَامَ (selama) jatuh setelah ma dhorfiyyah # Yaitu ma yang menjadi masdariyyah (sebagai alat menakwilkan fiil sesudahnya dengan masdar)


وَكُلُّ مَا صَرَّفْتَهُ مِمَّا سَبَقْ # مِنْ مَصْدَرٍ وَغَيْرِهِ بِهِ الْتَحَقْ

Dan setiap lafadz yang telah kamu tashrifkan dari lafadz yang dahulu (telah disebutkan) # Baik berupa masdar atau selainnya, telah disamakan (hurkumnya)


كَكُنْ صَدِيْقًا لَا تَكُنْ مُجَـافِيَا # وَانْظُرْ لِكَوْنِيْ مُصْبِحًا مُوَافِيَا

Seperti كُنْ صَدِيْقًا لَا تَكُنْ مُجَـافِيًا (jadilah orang yang benar dan jangan jadi orang yang bengis) # Dan اُنْظُرْ لِكَوْنِيْ مُصْبِحًا مُوَافِيًا (lihatlah padaku telah menjadi orang yang menepati janji)

 

اِنَّ وَأَخَوَاتُهَا

Bab Inna dan Saudara-Saudaranya


تَنْصِبُ اِنَّ الْمُبْتَدَا اسْمًا وَالْخَبَرْ # تَرْفَعُهُ كَاِنَّ زَيْدًا ذُوْ نَظَرْ

Inna menashobkan mubtada' menjadi isimnya dan (merofakkan) khobarnya # Dan inna merofakkannya (khobar), seperti اِنَّ زَيْدًا ذُوْ نَظَرٍ (Sesungguhnya Zaid memiliki pengamatan/kecermatan)


وَمِثْـلُ اِنَّ اَنَّ لَيْتَ فِى الْعَمَلْ # وَهَكَذَا كَأَنَّ لَكِنَّ لَعَلْ

Seumpama lafadz inna yaitu اَنَّ (sesungguhnya/bahwa) لَيْتَ (andai) di dalam pengamalannya # Demikian pula كَأَنَّ (seperti bahwa) لَكِنَّ (tetapi) لَعَلَّ (agar/supaya/semoga)


وَاَكَّدُوْا الْمَعْنَى بِاِنَّ اَنَّ # وَلَيْتَ مِنْ اَلْفَاظِ مَـنْ تَمَنَّى

Kuatkalah makna dengan menggunakan اِنَّ اَنَّ # Dan لَيْتَ termasuk lafadz-lafadz orang yang mengharap (sesuatu yang tidak pasti)


كَأَنَّ لِلتَّشْبِيْهِ فِى الْمُحَاكِى # وَاسْتَعْمَلُوْا لَكِنَّ فِى اسْتِدْرَاكِ

كَأَنَّ berfaedah untuk tasybih (penyerupaan) di dalam pembicaraan # Dan para ahli nahwu menggunakan لَكِنَّ di dalam istidrak (penyusulan kalimat)


وَلِتَّرَجٍّ وَتَّوَاقُّعٍ لَعَلّْ # كَقَوْلِهِمْ لَعَلَّ مَحْبُوْبِيْ وَصَلْ

لَعَلَّ berfaedah untuk tarajji (mengaharapkan sesuatu yang pasti) dan tawaqqu' (kejadian yang akan terjadi) # Seperti perkataan ulama' لَعَلَّ مَحْبُوْبِيْ وَصَلَ (semoga kekasihku sampai/datang)


ظَنَّ وَأَخَوَاتُهَا

Bab Dzanna dan Saudara-Saudaranya


اِنْصِبْ بِظَنَّ الْمُبْتَدَا مَعَ الْخَبَرْ # وَكُلِّ فِعْلٍ بَعْدَهَا عَلَى الْاَثَرْ

Nashobkan mubtada' dan khobar dengan dhanna # Dan setiap fi'il sesudahnya yang mengikuti


كَخِلْتُهُ حَسِبْتُهُ زَعَمْتُهُ # رَاَيْتُهُ عَلِمْتُهُ وَجَدْتُهُ

Seperti خِلْتُهُ (aku mengira dia) حَسِبْتُهُ (aku menyangka dia) زَعَمْتُهُ (aku menyangka dia) # رَاَيْتُهُ (aku melihatnya) عَلِمْتُهُ (aku mengetahuinya) وَجَدْتُهُ (aku mendapatinya)


جَعَلْـتُهُ اتَّخَذْتُهُ وَكُلِّ مَا # مِنْ هَذِهِ صَرَّفْتَهُ فَلْـيُعْلَمَا

جَعَلْـتُهُ (aku menjadikannya) اِتَّخَذْتُهُ (aku menjadikannya) dan setiap lafadz # Dari lafadz-lafadz ini yang telah kamu tashrifkan, maka hendaklah diketahui


كَقَوْلِهِمْ ظَنَنْتُ زَيْدًا مُنْجِـدَا # وَاجْعَلْ لَنَا هَذَا الْمَكَانَ مَسْجِدَا

Seperti perkataan para ahli nahwu ظَنَنْتُ زَيْدًا مُنْجِـدًا (aku menyangka Zaid adalah orang yang bersungguh-sungguh) # اِجْعَلْ لَنَا هَذَا الْمَكَانَ مَسْجِدًا (jadikanlah bagi kami tempat ini menjadi masjid).


>> baca lanjut Terjemah Arti Nadzhom Al Imrithi Lengkap Semua Bab (part 4)