Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Bab Pasal Hukum ta - Kitab Matan Al-Jazariyah

 

  Terjemah Bab Pasal Hukum ta - Kitab Matan Al-Jazariyah

Kitab Matan Al-Jazariyah (متن الجزرية) merupakan salah satu kitab yang membahas ilmu Tajwid yang terdiri dari 109 bait. kitab ini dikarang oleh Syamsuddin Abul Khair Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin ‘Ali bin Yuusuf Al-Jazariy Ad-Dimasyqi Asy-Syaafi’i. Ibnul Jazariy dilahirkan pada Sabtu malam, setelah shalat tarawih, tanggal 25 Ramadhan 751 H di Damaskus, Syam (sekarang Suriah). bertepatan dengan 30 November 1350 di wilayah yang bernama al Khat al Qashain di Damaskus. Ahli bidang ilmu tajwid ini meninggal atau wafat pada tahun 833 H di Syiraz, saat masa sekarang berada termasuk wilayah Iran. Imam al-Jazari al-Dimasyqi adalah ulama dari negeri Syam yang memiliki kelebihan dalam bidang ilmu tajwid dan ilmu-ilmu al-Qur’an.

Di dalam Matan Kitab Al-Jazariyah membahas beberapa bab Pasal Fasal namun berikut ini terjemah Bab Pasal Hukum ta  Kitab Matan Al-Jazariyah arab berharakat  dengan terjemah arti dalam bahasa indonesia:

التاءات - hukum ta


(94) … وَرَحْمَتُ الزُّخْرُفِ بِالتَا زَبرَهْ ۞ الاَعْرَافِ رُومٍ هُودٍ كَافِ الْبَقَرَهْ

 Dan kata “rahmat” pada QS. Az-Zukhruuf (32) ditulis dengan Ta Maftuhah. Begitu juga pada QS. Al-A’raaf (56), Ruum (50), Huud (73), Kaaf (Maryam: 2), dan Al-Baqarah (218).

(95) … نعْمَتُهَا ثَلاَثُ نَحْلٍ ابْرَهَمْ ۞ مَعَا أَخِيرَاتُ عُقُودُ الثَّانِ هَمْ

Juga kata “ni’mat” padanya (Al-Baqarah 231) ditulis dengan Ta maftuhah, tiga pada An-Nahl (72, 83, 114), dua pada akhir Ibrahim (28 & 34), pada ‘Uqud (Al- Maaidah 11) sebelum kata “ham” yang kedua, sedangkan sebelum “ham” yang pertama
ditulis dengan Ta marbuthah.

(96) … لُقْمَانُ ثُمّ فَاطِرٌ كَالطُّورِ  ۞ عَمِرَانُ لَعْنَتَ بِهَا وَالنُّورِ

Juga kata “ni’mat” pada Luqman (31) ditulis dengan Ta maftuhah, kemudian Faathir (3), juga Ath-Thuur (29), dan Aali ‘Imraan (103).
Kemudian kata La’nat padanya (Aali ‘Imraan (61)) ditulis dengan Ta maftuhah juga pada An-Nuur (7).

(97) … وَامْرَأَتٌ يُوسُفَ عِمْرَانَ الْقَصَصْ ۞ تَحْرِيمَ مَعْصِيَتْ بِقَدْ سَمِعْ يُخَصْ

Dan kata “imra`at” pada QS. Yuusuf (30 & 51), Aali ‘Imraan (35), Al-Qashash (9), dan At-Tahriim (10 & 11) ditulis dengan Ta maftuhah. Begitu pun kata “ma’shiyat”
yang terdapat pada Qad Sami’ (Al-Mujaadalah (8 & 9).

(98) … شَجَرَتَ الدُّخِانِ سُنَّتْ فَاطِرِ ۞ كُلاً وَالاَنْفَالَ وَحرفَ غَافرِ

Kata “syajarat” pada QS. Ad-Dukhaan (43 & 44) ditulis dengan Ta maftuhah.
Bagitu pun kata “sunnat” pada QS. Faathir (43), dan Al-Anfaal (38) serta Ghaafir (85).

(99) … قُرَّتُ عَيْنٍ جَنّتٌ في وَقَعَتْ ۞ فِطْرَتْ بَقِيَّتْ وَابْنَتْ وَكَلِمَتْ

Kata “Qurrat” bila bersandingan dengan ‘ain (QS. Al-Qashash 9), kata “Jannat”
pada surat Al-Waaqi’ah (89), kata “Fithrat” pada Ar-Ruum 30, “Baqiyyat” pada Huud 86, dan “Ibnat” pada At-Tahriim 12 dan kata “Kalimat”…

(100) … أَوْسَطَ اَلاعْرَافِ وَكُلُّ مَا اخْتُلِفْ ۞ جَمْعَا وَفَرْداً فيهِ بِالتَاءِ عُرِفْ

 Pada pertengahan Al-A’raaf (137). Serta semua kata yang diperselisihkan oleh para Ulama Qurra mengenai mufrad atau jamaknya, maka ditulis dengan Ta’ Maftuhah.