Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Bab qiyas serta Penjelasannya - Kitab Al Waraqat

Terjemah Bab qiyas serta Penjelasannya - Kitab Al Waraqat
Kitab Ushulul Fiqh : Al - Waraqat

Kitab Al Waraqat lengkapnya Al-Waraqat fi Ushul Al-Fiqh (الورقات في أصول الفقه). Kata waraqat diambil dari Kalimat di awal kitab

هَذِه وَرَقَات تشْتَمل على فُصُول من أصُول الْفِقْه

Artinya,
“Ini adalah lembaran-lembaran yang berisi topik-topik ushul fikih” (Al-Waraqat, hlm 7)

Kitab al Waraqat membahas ushul fikih lebih Tepatnya ushul fikih mazhab Asy-Syafi’i. Kitab Waraqat tidak membahas fikih dan  akidah. Pembahasan ushul fikih membahas ilmu kaidah dan rambu-rambu bagaimana fikih diproduksi. Jadi ilmu ushul fikih itu ilmu kerangka pikir. Ilmu ushul fikih adalah ilmu yang membentuk metode berpikir fikih dan nalar syar’i dalam Islam.

Secara bahasa, waraqat berarti lembaran-lembaran kertas. Materi yang tertulis di dalamnya adalah seputar definisi-definisi penting seputar ushul fikih, tanpa menjelaskan satu demi satu dengan penjabaran yang panjang lebar. Artinya, al-Waraqat hanyalah kitab pengantar ushul fikih

Nama Pengarang Kitab al-Waraqat adalah Imam Haramain. Imam Haramain bernama lengkap Abu al-Ma’ali Dliya’ ad-Din Abdul Malik bin Abdullah bin Yusuf bin Muhammad al-Juwaini. Al-Juwaini itu nisbat kepada daerah asalnya, Juwain, yang masuk wilayah Nisyapur atau Naisabur, sebuah kota di Iran. Imam Haramain lahir  tanggal 18 Muharram 419 H. Julukan Imam Haramain disematkan pada dirinya karena ia pernah menjadi mufti sekaligus guru ilmu fikih madzhab syafi’i di Makkah dan Madinah, atau disebut Haramain (dua tanah suci).

Imam Haramain wafat pada tahun 478 H. di usia ke-59 tahun.  Meski demikian, setelah hampir seribu tahun berlalu, karya-karyanya masih hidup dan menghidupi dunia keilmuan Islam, terutama di bidang fikih dan ushul fikih. Salah satunya adalah Kitab al-Waraqat yang mengenalkan dasar-dasar ushul fikih.

Imam Haramain mendesain kitab al-Waraqat untuk kebutuhan mubtadi (pemula). . Sehingga, untuk mendalami ushul fikih lebih jauh, masih dibutuhkan kitab-kitab lain yang lebih besar.

Berikut Terjemah bab qiyas kitab Al Waraqat dengan dengan tulisan arab berharakat

Qiyas - الْقيَاس

وَأما الْقيَاس فَهُوَ رد الْفَرْع إِلَى الأَصْل بعلة تجمعهما فِي الحكم

dan adapun qiyas adalah mengembalikan cabang kepada asal karena alasan yang mengumpulkan keduanya dalam hukum

وَهُوَ يَنْقَسِم إِلَى ثَلَاثَة أَقسَام إِلَى قِيَاس عِلّة وَقِيَاس دلَالَة وَقِيَاس شبه

qiyas terbagi menjadi tiga bagian: qiyas illah, qiyas dilalah dan qiyas syabah

فَقِيَاس الْعلَّة مَا كَانَت الْعلَّة فِيهِ مُوجبَة للْحكم

qiyas illah adalah qiyas yang alasan yang berada pada qiyas itu menetapkan hukum

وَقِيَاس الدّلَالَة هُوَ الِاسْتِدْلَال بِأحد النظيرين على الآخر وَهُوَ أَن تكون الْعلَّة دَالَّة على الحكم وَلَا تكون مُوجبَة للْحكم

qiyas dilalah adalah mencari dalil dengan salah satu dua persamaan terhadap yang lain, qiyas dilalah itu illah hendaknya menunjukan pada hukum dan tidak menetapkan hukum

وَقِيَاس الشّبَه هُوَ الْفَرْع المتردد بَين أصلين وَلَا يُصَار إِلَيْهِ مَعَ إِمْكَان مَا قبله

qiyas syabah adalah cabang yang berputar di antara dua asal

وَمن شَرط الْفَرْع أَن يكون مناسبا للْأَصْل

dan termauk syarat cabang hendaknya cocok pada asal

وَمن شَرط الأَصْل أَن يكون ثَابتا بِدَلِيل مُتَّفق عَلَيْهِ بَين الْخَصْمَيْنِ

dan termasuk syarat asal hendaknya tetap denga dalil yang disepakati diantara dua musuh

وَمن شَرط الْعلَّة أَن تطرد فِي معلولاتها فَلَا تنتفض لفظا وَلَا معنى

dan di antara syarat alasan hendaknya berlaku di yang dibuatkan alasan , maka tidak berlawanan lafadz dan makna

وَمن شَرط الحكم أَن يكون مثل الْعلَّة فِي النَّفْي وَالْإِثْبَات أَي فِي الْوُجُود والعدم فَإِن وجدت الْعلَّة وجد الحكم

dan termasuk syarat hukum hendaknya seperti alasan dalam menafikan dan menetapkan maksudnya dalam ada dan tidak ada, jika ditemukan alasan maka ditemukan hukum

وَالْعلَّة هِيَ الجالبة للْحكم

alasan adalah yang menarik pada hukum