Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Bait 32 tentang Hadits Maudhu' Dalam Kitab Al Baiquniyah beserta Penjelasannya

Terjemah Bait 32 tentang Hadits Maudhu' Dalam Kitab Al Baiquniyah beserta Penjelasannya
 Bait 32 tentang Hadits Maudhu' Kitab Al Baiquniyah

Kitab  البيقونية - Baiquniyah adalah salah satu kitab yang membahas ilmu ulumul Hadits. Manzhumah al-Baiquniyah (bahasa Arab: منظومة البيقونية‎) merupakan naskah kecil/saku (matan) pengantar ilmu hadis (musthalah hadits) yang berupa rangkaian bait-bait syair (nazham) yang memuat istilah dan hukum dasar seputar pembagian hadits dan macam-macamnya. pegarang kitab matan baiquni adalah Thaha bin Muhammad bin Futuh Al-Baiquni, seorang ahli hadits yang wafat sekitar tahun 1080 H (1669/1670 M).

Salah satu kitab yang disusun dengan sangat sederhana ini di dalamnya berisi syair yang terdiri dari 34 bait. Meskipun minim keterangan, namun hampir seluruh pembahasan mengenai ilmu hadis dibahas di dalamnya. Jumlah keseluruhan 32 macam pembahasan hadits diantaranya hadits shahih, hasan, dha’if, marfu', maqthu’, musnad, muttashil, musalsal, ‘aziz, masyhur, mu’an’an, mubham, ‘ali, nazil, mauquf, mursal, gharib, munqathi’, mu’dhal, mudallas, syadz, maqlub, fard, mu’allal, mudhtharib, mudraj, mudabbaj, muttafiq-muftariq, mu`talif-mukhtalif, munkar, matruk, dan maudhu’.

Kitab al-Mandzumah al-Baiquniyyah disusun oleh Thaha atau ‘Amr bin Muhammad bin Futuh al-Dimasyqi al-Syafi’i al-Baiquni. Beliau hidup sekitar tahun 1080 H. 

Karya al-Baiquni terbilang populer, hal ini dapat dilihat dari banyaknya ulama yang memberikan syarah atau penjelasan terhadap kitab tersebut. Seperti Ahmad bin Muhammad al-Hamwi (w. 1098 H) yang menuliskan syarahnya yang berjudul Talqih al-Fikr bi Syarh Manzumah al-Atsar, kemudian Muhammad bin Ahmad al-Badiri al-Dimyathi (w. 1140 H) yang menulis Syarh Mandzumah al-Baiquni, ada pula Hasan bin Ghali al-Azhari al-Jadawi (w. 1202 H) menulis kitab Syarh al-Mandzumah al-Baiquniyah. Tercatat puluhan ulama yang diketahui telah menuliskan syarah untuk kitab al-Mandzumah al-Baiquniyyah.

Pada bagian ini adalah Terjemah Bait 32 tentang Hadits Maudhu' Dalam Kitab Al Baiquniyah beserta Penjelasannya :

BAIT 32

وَالكَذِبُ المُخْتَلَقُ المَصْنُوعُ ۞ عَلَى النَّبِي فَذلِكَ المَوْضُوعُ

kebohongan yang di buat buat atas nabi itu adalah hadis Maudhu’

Maudhu’ artinya palsu. Definisinya sebagaimana yang telah diberikan Nazhim. Hadits maudhu’ adalah hadits dha’if paling jelek dan buruk bahkan sebagian muhadditsin menyebutnya hadits bathil atau la asla lah (tidak ada asal usulnya). Maksud la asla lah ada dua, yaitu tidak ada sanadnya atau ada sanadnya tetapi hanya sampai ke Shahabat atau Tabi’in.

Dusta yang dimaksud dalam definisi hadis mudhu adalah dusta yang dilakukan dengan sengaja, atau tidak. Imam Suyuthi berkata, “Hadis maudhu ada dua macam: pertama, dilakukan secara sengaja. Ini dilakukan oleh para pendusta. Kedua, terjadi karena kesalahan, bukan karena kesengajaan. Ini dilakukan oleh para perawi yang mukhtalith dan mudhtarib (sering keliru) dalam hadis