Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Bait 31 tentang Hadits Matruk Dalam Kitab Al Baiquniyah beserta Penjelasannya

Terjemah Bait 31 tentang Hadits Matruk Dalam Kitab Al Baiquniyah beserta Penjelasannya
 Bait 31 tentang Hadits Matruk Kitab Al Baiquniyah

Kitab  البيقونية - Baiquniyah adalah salah satu kitab yang membahas ilmu ulumul Hadits. Manzhumah al-Baiquniyah (bahasa Arab: منظومة البيقونية‎) merupakan naskah kecil/saku (matan) pengantar ilmu hadis (musthalah hadits) yang berupa rangkaian bait-bait syair (nazham) yang memuat istilah dan hukum dasar seputar pembagian hadits dan macam-macamnya. pegarang kitab matan baiquni adalah Thaha bin Muhammad bin Futuh Al-Baiquni, seorang ahli hadits yang wafat sekitar tahun 1080 H (1669/1670 M).

Salah satu kitab yang disusun dengan sangat sederhana ini di dalamnya berisi syair yang terdiri dari 34 bait. Meskipun minim keterangan, namun hampir seluruh pembahasan mengenai ilmu hadis dibahas di dalamnya. Jumlah keseluruhan 32 macam pembahasan hadits diantaranya hadits shahih, hasan, dha’if, marfu', maqthu’, musnad, muttashil, musalsal, ‘aziz, masyhur, mu’an’an, mubham, ‘ali, nazil, mauquf, mursal, gharib, munqathi’, mu’dhal, mudallas, syadz, maqlub, fard, mu’allal, mudhtharib, mudraj, mudabbaj, muttafiq-muftariq, mu`talif-mukhtalif, munkar, matruk, dan maudhu’.

Kitab al-Mandzumah al-Baiquniyyah disusun oleh Thaha atau ‘Amr bin Muhammad bin Futuh al-Dimasyqi al-Syafi’i al-Baiquni. Beliau hidup sekitar tahun 1080 H. 

Karya al-Baiquni terbilang populer, hal ini dapat dilihat dari banyaknya ulama yang memberikan syarah atau penjelasan terhadap kitab tersebut. Seperti Ahmad bin Muhammad al-Hamwi (w. 1098 H) yang menuliskan syarahnya yang berjudul Talqih al-Fikr bi Syarh Manzumah al-Atsar, kemudian Muhammad bin Ahmad al-Badiri al-Dimyathi (w. 1140 H) yang menulis Syarh Mandzumah al-Baiquni, ada pula Hasan bin Ghali al-Azhari al-Jadawi (w. 1202 H) menulis kitab Syarh al-Mandzumah al-Baiquniyah. Tercatat puluhan ulama yang diketahui telah menuliskan syarah untuk kitab al-Mandzumah al-Baiquniyyah.

Pada bagian ini adalah Terjemah Bait 31 tentang Hadits Matruk Dalam Kitab Al Baiquniyah beserta Penjelasannya :

BAIT 31

مَتْرُوكُهُ مَا وَاحِدٌ بِهِ انْفَرَدْ ۞ وَأَجْمَعُوا لِضَعْفِهِ فَهْوَ كَرَدْ

hadis matruk adalah hadis yang diriwayatkan oleh satu orang, dan ulama  sepakat dhoifnya

Matruk artinya ditinggal, seolah-olah karena kecacatan perawinya ditinggal haditsnya. Definisi hadits Matruk adalah hadis yang diriwayatkan secara menyendiri oleh seorang rawi yang para ulama ahli hadis sepakat atas kedha’ifannya, baik karena rawi tersebut adalah orang yang tertuduh suka berdusta, atau seorang yang fasik, atau sering lalai dan melakukan kekeliruan. Dari kata-kata “sepakat atas kedha’ifannya” maka riwayat seorang rawi yang tidak dhaif bukan hadis matruk, dan riwayat seorang rawi yang diperselisihkan kedhaifannya juga bukan hadis matruk. Hadis matruk ini hukumnya seperti hadis yang tertolak atau palsu (maudhu). Maksudnya hadis matruk seperti hadis palsu dalam ketertolakannya, namun ia lebih ringan darinya.