Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Bab Mim dan Nun Yang Di Tasydid Dan Mim Mati- Kitab Hidayatus Sibyan

 

Terjemah Bab Mim dan Nun Yang Di Tasydid Dan Mim Mati- Kitab Hidayatus Sibyan

Kitab mandzumah Hidayatus Sibyan adalah kitab nadzaman berisi tentang dasar-dasar Ilmu Tajwid yang terdiri dari 40 bait. Bila dibandingkan dengan kitab ilmu tajwid lain yang biasa digunakan di pesantren, kitab ini bisa dibilang lebih ringkas Sehingga cocok untuk pelajar tingkat dasar.

kitab Hidayatus Shibyan tentunya populer di kalangan pesantren-pesantren, dan madrasah-madrasah. Penyusun kitab ini adalah Syaikh Sa’id ibn Sa’d An-Nabhani Al-Hadrami. berikut terjemah Kitab Hidayatus Sibyan Bab Mim dan Nun Yang Di Tasydid Dan Mim Mati - Kitab Hidayatus Sibyan lengkap dengan tulisan arab berharakat disertai terjemahan arti dalam bahasa indonesi.

Mim dan Nun Yang Di Tasydid Dan Mim Mati - باب أحكام الميم والنون المشددتين والميم الساكنة


وْغُنَّةٌ قَدْاوَجَبُوْهَا اَبَدَا ۞ فِى المِيْمِ وَالنُّوْنِ إِذَا مَاشُدِّدَا

wajib ghunnah (didengungkan) menurut ulama selama mim dan nun م  نْ keduanya di tasydid

وَالْمِيْمُ إِنْ تَسْكُنُ لَدَ الْبَا تُخْتَفَى ۞ نَحْوُعْتَصِمْ بِااللهِ تَلْقُ الشَّرَفَ
jika mim sukun bertemu ba’ itu di baca ikhfa’ (samar), seperti contoh عْتَصِمْ بِااللهِ

وَادْ غِمْ مَعَ الْغُنَّةِ عِنْدَ مِثْلِهَا ۞ وَاظْهِر لَدَى بَقِى الْحُرُوفِ كُلِّهَا
idghamkan beserta ghunnah ketika mim mati bertemu mim, dan idzharkan ketika bertemu sisa huruf hijaiyyah (selain ba dan mim)

وَاحُرْصْ عَلَى اْلأِظْهَارِ عِنْدَ الفَاءِ ۞ وَالْوَاوِ وَاحْذَرْدَا عيَ الإِخْفَاءِ

dan tetaplah terhadap idzhar ketika mim mati bertemu fa’ dan wawu, dan hati-hati terhadap ikhfa’