Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah bab Af'al / Fi'i'-fi'il Kitab Al Jurumiyah beserta Bagan dan Penjelasan


Terjemahan bab Af'al / Fi'i'-fi'il Kitab Al Jurumiyah beserta Bagan dan Penjelasan

> DAFTAR ISI <

 مَتْنُ الْآجُرُّومِيَّةِ  للشيخ الصنهاجي

Matan Nadzhom Kitab Al Jurumiyah

 Penyusun /Pengarang : Ibnu Aajurruumi Muhammad bin Muhammad bin Dawud As-Shanhaji

Terjemahan Bab Fi'i'-fi'il - باب الأفعال
 

الأفعالُ ثلاثة: ماضٍ، ومُضارعٌ، وأمر، نحو: ضَرَبَ، ويَضرِبُ، واضرِبْ

fi’il itu ada tiga: madhi, mudhari’ dan amar, seperti daraba (telah memukul) , yadribu (sedang/akan memukuk) idrib (pukullah)

فالماضي: مفتوحُ الآخر أبدا. والأمر: مجزومٌ أبدا

Fiil madli di Fathah huruf akhirnya selamyan, fi’il dijazemkan selamayna

والمضارع: ما كان في أوله إحدى الزوائدِ الأربعِ التي يجمَعُهَا قولُك: “أنَيتُ

mudhari’ adalah fi’il yang di awalnya ada salah satu empat huruf tambahan , yang ucapanmu mengupulkanya yaitu anaitu (hamzah, nun, ya’, ta’)

وهو مرفوعٌ أبدا، حتى يدخُلَ عليه ناصِبٌ أو جازِم

mudhari di baca rofa’ selamanya, sampai kemasukan (amil) yang menashobkan atau yang menjazemkan

فالنَّواصبُ عَشَرَة، وهي: أَنْ، ولَنْ، وإذنْ، وكَيْ، ولام كي، ولام الجُحُود وحتى،والجوابُ بالفاء والواو, وأو

Yang menashobkan ada sepuluh yaitu an, lan ,idzan ,kai , lam kai, lam juhud, hatta, jawab dengan fa’ wawu dan au

والجوازِمُ ثمانيةَ عَشَر، وهي: لَمْ، لَمَّا، ألَمْ، ألَمَّا، ولام الأمر والدعاء، و”لا” في النَّهيِ والدعاء، واِنْ، وما، ومَنْ، ومهما، واِذْما، وأَيُّ، ومتى، وأَيَّانَ، وأينَ، وأَنَّى، وحَيثُمَا، وكيفما، وإذا في الشِّعر خاصة

Amil yang menjazemkan ada delapan belas yaitu lam, lamma , alam, alamma, lam amr dan doa, la dlam nahi dan doa, in ma man , mahma, idzma, ayyu, mata, ayyana, aina, anna, haistuma, kaifama, idzan husus dalam syi’ir.
 
 
 
------------------
Fi’il itu ada tiga :
1. Fiil Madhi
2. Fiil Mudhari’
3. Fiil Amr
Contohnya ضَرَبَ (madhi),
 (mudhari’) , يَضْرِبُ 
(‘amr) اِضْرِبْ
 
  • Fiil Madhi itu selalu di-fathah-kan 
  • Fiil amar selalu di-jazm-kaan
  • Fiil mudhari’ itu fiil yang di awalnya terdapat salah satu dari huruf tambahan yang empat yang terkumpul dalam perkataan أَنَيْتُ(hamzah, nun, ya, dan ta). Fiil mudhari’ itu selalu di-rafa’-kan kecuali ada amil (huruf) nashab atau jazm yang masuk padanya.
  • Amil nashab (hal yang me-nashab-kan) itu ada sepuluh, yaitu:
أَنْ(bahwa), لَنْ(tak akan), إِذَنْ (jadi, kalau begitu), كَيْ (supaya), لَامُ كَيْ(lam dengan makna supaya), لَامُ اَلْجُحُودِ (lam pengingkaran), حَتَّى (sehingga), الْجَوَابُ بِالْفَاءِ, الْوَاوِ, أَوْ(kalimat jawab dengan fa, wa, dan aw).

  • Amil jazm (hal yang me-jazam-kan) itu ada delapan belas, yaitu :
لَمْ (tidak), لَمَّا(belum), أَلَمْ(tidakkah?), أَلَمَّا(belumkah?), لَامُ اَلْأَمْرِ وَالدُّعَاءِ(Lam untuk perintah dan permohonan), ”لَا” فِي اَلنَّهْيِ وَالدُّعَاءِ(la untuk larangan dan permohonan), إِنْ (jika)،مَا (apa)، مَنْ (siapa)،مَهْمَا(apapun), إِذْمَا (kalau)، أَيٌّ (mana, sesuatu apa)، مَتَى(kapan), أَيْنَ (dimana) أَيَّانَ (kapan), أَنَّى(bagaimana), حَيْثُمَا(dimanapun), كَيْفَمَا(bagaimanapun), إِذًا فِي اَلشِّعْرِ خاصة. (dan “Jika demikian” pada syair tertentu)