Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Pasal Pembagian Waqaf Kitab Hidayatul Mustafid

 

Terjemah Pasal Pembagian Waqaf Kitab Hidayatul Mustafid

Kitab Hidayatul Mustafid adalah kitab berisi tentang Ilmu Tajwid. Kitab ini biasanya dipelajari dan dihafalkan oleh santri santri di berbagai pondok pesantren di indonesia. pengarang Kitab Hidayatul Mustafid adalah Syekh Muhammad Al-Mahmud. Terjemah Kitab Hidayatul Mustafid tentang dasar-dasar Ilmu Tajwid ke dalam Bahasa Indonesia,  kitab Hidayatul Mustafid terdiri dari pertanyaan dan jawaban di setiap pasalnya

berikut terjemah bab fasal Pasal Pembagian Waqaf  dalam Kitab Hidayatul Mustafid

Pasal Penjelasan Pembagian Waqaf - فَصْلٌ فِي بَيَانِ أقْسَامِ الوَقْف


س: إلى كم قسم تنقسم الأوقاف التي يقف عليها التالي للقرآن العظيم
Pada berapa bagian, waqaf yang diwaqafkan oleh orang yang membaca Al-Qur'an itu terbagi ?

ج: تنقسم إلى أربعة أقسام تام وكاف وحسن وقبيح
Terbagi pada 4 bagian, yaitu Waqaf Tam, Waqaf Kaf, Waqaf Hasan, dan Waqaf Qabih.

س: ما هو الوقف التام
Apa itu Waqaf Tam ?

ج: هو الوقف على كلمة لم يتعلق ما بعدها بها ولا بما قبها لا لفظا ولا معنى كالوقف على المفلحون
Yaitu waqaf (berhenti) pada kalimat yang tidak berhubungan dengan kalimat sesudahnya dan tidak pula berhubungan pada kalimat sebelumnya, baik berhubungan secara lafadz maupun maknanya, seperti waqaf pada kalimat "الْمُفْلِحُوْنَ" (Surat Al-Baqarah ayat 5).

س: ما هو الوقف الكافي
Apa itu waqaf kaf ?

ج: هو الوقف على كلمة لم يتعلق ما بعدها بها ولا بما قبلها لفظا بل معنى فقط كالوقف على قوله لا يؤمنون في أول البقرة لأنها مع ما بعدها ختم الله متعلق بالكافرين
Yaitu waqaf (berhenti) pada kalimat yang tidak berhubungan dengan kalimat sesudahnya dan tidak pula berhubungan pada kalimat sebelumnya, hanya berhubungan secara lafadz namun tidak berhubungan dengan maknanya saja. Seperti pada Firman Allah "لَا يُؤْمِنُوْنَ" pada awal Surat Baqarah (ayat 7) karena ayat itu bersamaan dengan ayat sesudahnya, yaitu "خَتَمَ اللّٰهُ" masih berhubungan makna dengan ayat "بِالْكَافِرِيْنَ" (ayat 19).

س: ما هو الوقف الحسن
Apa itu waqaf hasan ?

ج: هو الوقف على كلمة تعلق ما بعدها بها وبما قبلها لفظا بشرط تمام الكلام عند تلك الكلمة كالوقف على الحمد لله في الفاتحة لأن رب صفة له متعلق ما بعد الكلمة الموقوف عليها بها لفظا وكالوقف على عيلهم الأول في الفاتحة لان غير صفة للذين أو بدل منه
Yaitu waqaf pada kalimat yang berhubungan dengan kalimat sesudahnya dan kalimat sebelumnya dengan syarat kalimatnya sempurna ketika waqaf pada kalimat itu. Seperti waqaf pada kalimat "الْحَمْدُ لِلّٰهِ" pada Surat Fatihah, karena kalimat "رَبِّ" adalah sifat (dari kalimat "رَبِّ") yang mana kalimat sesudahnya masih berhubungan dengan kalimat yang telah diwaqafkan dalam segi lafadznya. Seperti juga waqaf pada kalimat "عَلَيْهِمْ" yang pertama dari Surat Fatihah, karena lafadz "غَيْرِ" adalah sifat pada kalimat "الَّذِيْنَ" atau merupakan badal dari kalimat itu (kalimat "الَّذِيْنَ").

س: ما هو الوقف القبيح
Apa itu waqaf qabih ?

ج: هو الوقف على لفظ غير مفيد لعدم تمام الكلام ووقد تعلق ما بعده بما قبله لفظا ومعنى كالوقف على بسم من بسم الله وعلى الحمد من الحمد لله وعلى مالك أو يوم من مالك يوم الدين لأنه لا يعلم إلى أي شيئ أضيف او على كلام يوهم وصفا لا يليق به تعالى كما سيأتي بيانه إن شاء الله تعالى في غير هذه الرسالة حيث هذه مختصرة
Yaitu waqaf pada kalimat yang tidak berfaidah karena tidak adanya sempurnanya kalimat dan kalimat sesudah dan sebelumnya masih berhubungan, baik secara lafadz maupun makna. Sperti lafadz pada kalimat "بِسْمِ" dari kalimat "بِسْمِ اللّٰهِ", kalimat "الْحَمْدُ" dari kalimat "الْحَمْدُ لِلّٰهِ", kalimat "مَالِكِ " atau "يَوْمِ " dari kalimat "مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ", karena tidak diketahui kemana kalimat itu disandarkan atau pada kalimat yang diragukan sifatnya yang tidak patut disandarkan kepada Allah Yang Maha Luhur, sebagaimana keteranggannya akan dijelaskan insya'allah di lain risalah ini (di lain kitab ini) karena risalah ini adalah ringkasan.

س: في كم موضع يسكت حفص
Di berapa tempat Imam Hafs membaca saktah (diam) ?

ج: يسكت في أربعة مواضع الأول في سورة الكه قوله تعالى ولم يجعل له عوجا ثم يسكت سكتة لطيفة م غير تنفس ويقو قيما
Imam Hafs membaca saktah di 4 tempat :
Pertama di Surat Al-Kahfi (ayat 1-2) pada Firman Allah Yang Maha Luhur "وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهُ عِوَجًا" kemudian beliau membaca membaca saktah secara lembut tanpa bernafas dan melanjutkan bacaannya "قَيِّمًا".

والثاني في سورة يس قوله تعالى من بعثنا من مرقدنا ثم يسكت كما تقدم ويقول هذا
Kedua, di dalam Surat Yasin (ayat 52) pada Firman Allah Yang Maha Luhur "مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا" kemudian membaca saktah (diam) sebagaimana yang telah dijelaskan dan melanjutkan bacaannya "هٰذَا"

والثالث في القيامة قوله تعالى وقيل من ثم يسكت كذلك ويقول راق
Ketiga, di dalam Surat Al-Qiyamah (ayat 27) pada Firman Allah Yang Maha Luhur "وَقِيْلَ مَنْ" kemudian membaca sakta sedemikian rupa dan melanjutkan bacaan "رَاقٍ".

والرابع في سورة المطففين قوله تعالى كلا بل ثم يسكت كما ذكر ويقول ران
Keempat, di dalam Surat Al-Muthaffifin (ayat 12) pada Firman Allah Yang Maha Luhur "كَلَّا ۖ بَلْ" kemudian membaca sakta seperti yang telah dijelaskan dan melanjutkan bacaan "رَانَ".